Petani di Sulawesi Punya Mini Cooper Hingga Pabrik dari Hasil Narkoba

Perlu belajar bersyukur kayaknya

Makassar, IDN Times - Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencucian uang yang berasal dari hasil transaksi narkoba. Petugas menyita aset hampir senilai Rp16 miliar milik seorang petani yang menjadi bandar sabu, di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

Direktur Tindak Pidana Pencucian Uang BNN, Brigjen Bahagia Dachi, mengatakan aset disita dari tersangka bernama H Agus Sulo. Bandar tersebut dibantu seorang kaki tangan bernama Syukur. Aliran dana ini terungkap dari penangkapan seorang kurir bernama Fachri Rahman di Kalimantan Utara, September 2018 lalu.

"Aset yang mencapai Rp16 miliar lebih akan dikembangkan lagi, karena kita tahu ini jaringan besar, khususnya di wilayah Sulsel dan Sidrap," kata Dachri pada konferensi pers di Makassar, Kamis (18/7) lalu.

1. Aset yang disita terdiri dari sejumlah mobil, petak sawah, hingga pabrik

Petani di Sulawesi Punya Mini Cooper Hingga Pabrik dari Hasil NarkobaIDN Times/Sukma Sakti

Dachri mengungkapkan, tersangka Agus diketahui menggeluti bisnis sabu sejak tahun 2014. Dia memperoleh keuntungan Rp200 juta dari setiap kilogram yang laku. Barang diedarkan di wilayah Sulsel hingga ke luar provinsi.

Dari hasil keuntungan tersebut, kata Dachri, Agus mengumpulkan berbagai jenis aset. DI antaranya beberapa unit mobil merek Mini Cooper, Lexus, Honda Civic dan HR-V, pabrik rak telur, rumah, tanah, sawah, hingga alat pemotong padi. Petugas BNN menyita aset tersebut dari hasil penelusuran selama dua pekan.

"Yang disita ada uang tunai Rp2 miliar lebih, kendaraan bermacam merek, truk, tanah, dan lain-lain, yang totalnya hampir Rp16 miliar," kata Dachri.

2. Kasus berawal dari penangkapan sabu 10 kilogram di Kalimantan Utara

Petani di Sulawesi Punya Mini Cooper Hingga Pabrik dari Hasil NarkobaIlustrasi narkoba (Pixabay/A_Different_Perspective)

Dachri menjelaskan, kasus TPPU terungkap dari tertangkapnya kaki tangan Agus, yakni Fachri Rahman di Kalimantan Utara September 2018 lalu. Saat itu Fachri membawa barang bukti sabu 10 kilogram, namun akhirnya hanya divonis hukuman 10 bulan penjara di pengadilan.

Petugas BNN yang curiga kemudian menelusuri rekam jejak Fachri, bekerja sama dengan penyedia jasa keuangan, baik bank, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

BNN akhirnya menemukan jaringan dan aliran uang dari Fachri menuju Agus di Sidrap, Sulsel. Petugas kini sedang mengejar tersangka lain yang terkait kasus ini. 

3. Petugas telusuri aset kendaraan mewah lain milik tersangka

Petani di Sulawesi Punya Mini Cooper Hingga Pabrik dari Hasil NarkobaIDN Times/Aan Pranata

Dalam kasus ini, tersangka Agus dan kaki tangannya, Syukur, terancam hukuman berlapis. Di antaranya Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, serta Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

Dachri menyatakan kasus TPPU yang berkaitan dengan narkotika baru pertama kali terungkap di Sulsel. Petugas BNN kini tengah menelusuri aset lain milik tersangka yang belum terlacak. Yaitu soal dugaan adanya mobil mewah bermerek Ferrari yang masih disembunyikan.

"Jaringan kelompok internasional ini banyak. Kita akan kejar semuanya. Aset lain masih kita cari," ucapnya.

Topic:

  • Irma Yudistirani

Just For You