Penataan TPA Mandung Tabanan Ditunda Sampai KTT G20 Selesai

Sampah di Tabanan sementara ini dibawa ke Desa Kelating

Tabanan, IDN Times - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung di Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan hingga saat ini masih belum beroperasi karena dalam proses penataan. Selain itu, pemadatan jalan menuju lahan pembuangan baru di TPA Mandung yang memerlukan limestone atau batu kapur, harus dihentikan sementara karena ada Konferensi Tingkat Tinggi Group of Twenty (KTT G20).

Meski demikian, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan memiliki lokasi pembuangan sampah sementara di Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan.

Baca Juga: Potret TPA Mandung di Tabanan, Ekskavator Masih Rusak

Baca Juga: Tabanan Siapkan Lahan 39 Are Untuk Pembuangan Sampah

1. TPA Mandung kini dalam penataan

Penataan TPA Mandung Tabanan Ditunda Sampai KTT G20 SelesaiTPA Mandung (Dok.IDN Times/DLH Tabanan)

Kepala DLH Tabanan, I Gusti Putu Ekayana, mengatakan TPA Mandung belum menerima sampah dari masyarakat Tabanan semenjak ditutup 21 Oktober 2022 lalu. Pihaknya menyewa alat ekskavator dari pihak ke-3 sambil menunggu alat ekskavator milik DLH  selesai diperbaiki.

"Saat ini TPA Mandung masih belum dibuka karena masih dalam penataan. Prosesnya tinggal melakukan pemadatan jalan," ujar Ekayana, Senin (14/11/2022) lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, TPA Mandung masih memiliki lahan kosong seluas 39 are di area timur. Lahan ini akan digunakan sebagai tempat baru pembuangan sampah. Untuk mencapai lahan ini, diperlukan jalan masuk truk sepanjang 200 meter dengan lebar 4 meter.

2. Pemadatan jalan terbentur pasokan limestone yang terhambat

Penataan TPA Mandung Tabanan Ditunda Sampai KTT G20 SelesaiIlustrasi batu kapur (Wikimedia Commons/SATELIT BM)

Ekayana melanjutkan, penataan ini tinggal melakukan pemadatan jalan dengan limestone atau baru kapur. Namun proses ini terhambat akibat pasokan limestone terhenti karena berlangsungnya event G20.

"Jalur pengiriman limestone ini melintasi Nusa Dua, dan di sana sedang berlangsung event G20. Sehingga untuk sementara waktu, truk batu kapur tidak bisa beroperasi," kata Ekayana.

Untuk mengatasi penumpukan sampah di Tabanan, pihaknya bekerja sama dengan Desa Kelating untuk membuang sampah di bekas galian C.

"Sudah tidak lagi dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Banjar Sarwa Genep, Desa Gubug," lanjutnya.

3. Pembuangan sampah di bekas galian C hanya bersifat darurat

Penataan TPA Mandung Tabanan Ditunda Sampai KTT G20 SelesaiSampah di bekas galian C yang berlokasi di Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. (Dok.IDN Times/Istimewa)

Bendesa Adat Kelating, Dewa Mada Maharjana, pihaknya memberikan izin pemanfaatan bekas galian C untuk diurug sampah yang tidak dapat dibawa ke TPA Mandung. Bekas galian C di lokasi ini setinggi 30 meter dan sangat lebar. Namun bukan berarti diperuntukkan sebagai TPA untuk seterusnya.

"Ini bersifat darurat saja. Ke depan, pihak desa adat berencana melakukan reklamasi model land refill di lubang galian C tersebut," terang Mada.

Konsep land refill, artinya lubang galian C ditimbun dengan sampah dan tanah secara selang-seling.

"Jadi kami tidak hanya menerima sampah. Bekas bahan bangunan (urugan beton) juga diterima," katanya.

Topik:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya