Comscore Tracker

Kondisi Kera di Wisata Alas Kedaton Setelah Tutup, Mereka Butuh Makan

Dalam satu kali makan bisa menghabiskan 115 kilogram pakan

Tabanan, IDN Times - Pandemik COVID-19 membuat sejumlah tempat wisata di Bali tutup untuk sementara waktu. Seperti yang terlihat di Daerah Tarik Wisata (DTW) Alas Kedaton. Tutupnya DTW yang berlokasi di Kecamatan Marga ini, tidak hanya terdampak pada masyarakat yang penghasilannya bergantung pada kunjungan wisatawan. Tetapi juga populasi kera yang menjadi ikon dari DTW Alas Kedaton.

Lalu bagaimana nasib para kera ini ya? Apakah kebutuhan pakannya mencukupi meski DTW Alas Kedaton tutup saat ini?

1. Kebutuhan pakan ditanggung oleh desa adat, aman untuk dua bulan ke depan

Kondisi Kera di Wisata Alas Kedaton Setelah Tutup, Mereka Butuh MakanPopulasi kera di DTW Alas Kedaton (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Sekretaris Desa Adat Kukuh, I Dewa Nyoman Suarta, mengatakan kebutuhan pakan untuk kera di DTW Alas Kedaton masih dalam kondisi aman, setidaknya hingga dua bulan ke depan.

"Dalam pengadaan pakan kera di DTW Alas Kedaton, menjadi bagian dari kewajiban Desa Adat. Kemungkinan desa adat masih mampu mengadakannya untuk dua bulan ke depan," ujarnya, Selasa (5/5).

Baca Juga: BLT Dana Desa di Tabanan Ditargetkan Cair Minggu Kedua Bulan Mei

2. Habiskan 115 kilogram pakan per sekali makan

Kondisi Kera di Wisata Alas Kedaton Setelah Tutup, Mereka Butuh MakanKera di DTW Alas Kedaton saat asyik makan (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Saat ini populasi kera di DTW Alas Kedaton mencapai 1500 ekor lebih. Mereka menghabiskan 115 kilogram pakan per sekali makan, yang terdiri dari 100 kilogram ketela dan 15 kilogram variasi. Variasi ini kadang-kadang berisi jagung, gabah atau roti. Jika ditotal, pembelian pakan menghabiskan dana Rp14 juta sampai Rp15 juta per bulan.

Suarta berharap pandemik COVID-19 ini segera berakhir dan tidak berlangsung lama. Sehingga DTW Alas Kedaton bisa dibuka kembali, dan membantu meringankan Desa Adat dalam biaya pengadaan pakan ini.

3. Pihaknya menerima bantuan pakan dari masyarakat

Kondisi Kera di Wisata Alas Kedaton Setelah Tutup, Mereka Butuh MakanPopulasi Kera di DTW Alas Kedaton (IDN Times/Wira Sanjiwani)

Selain dari Desa Adat, masyarakat Desa Kukuh juga ada yang membantu untuk memberikan pakan. Atas bantuan ini, ia mengucapkan terima kasih. Pihaknya juga sangat terbuka dan berharap akan semakin banyak masyarakat yang mau berbagi pakan untuk para kera.

"Bilamana ada makanan sisa yang masih layak untuk dimakan, silakan ke DTW Alas Kedaton. Sekalian refreshing dan lebih dekat dengan binatang," kata Suarta.

Baca Juga: Tabanan Tetap Ekspor Puluhan Ton Sehari ke Tiongkok Meski Ada COVID-19

4. Forkopimda Tabanan berikan bantuan pakan untuk kera

Kondisi Kera di Wisata Alas Kedaton Setelah Tutup, Mereka Butuh MakanMuspida Tabanan memberikan bantuan pakan untuk Kera di DTW Alas Kedaton, Selasa (5/5) (Dok.IDN Times/Humas Tabanan)

Berawal dari info di media sosial (MEdsos) yang memosting kondisi kera di DTW Alas Kedaton, Bupati Tabanan, Ni Putu Eka WIryastuti, menggandeng Forkopimda, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan beberapa stakeholder di Kabupaten Tabanan ikut membantu memberikan ubi, pisang, jagung, gabah dan buah-buahan untuk stok pakan selama enam bulan.

Pemberian bantuan makanan ini dilakukan Selasa (5/5). Eka beserta rombongannya juga menyerahkan sembako, bagi 30 pedagang setempat yang kena dampak atas penutupan DTW Alas Kedaton. Menurut Eka, pemberian ubi dan buah-buahan bagi kera merupakan bentuk kepedulian akan keseimbangan alam dan isinya sesuai konsep Tri Hita Karana. Jenis bantuan yang diberikan seperti 300 kilogram ubi kuning, 300 kilogram ubi putih, pisang, manggis dan gabah serta jagung.

“Ini sifatnya gotong-royong, spontanitas bentuk perhatian karena virus COVID-19 tidak hanya berdampak pada manusia saja, melainkan alam dan isinya. Apalagi di Tabanan memiliki cagar alam yang luar biasa, dan bantuan makanan ini Saya kira cukup untuk enam bulan ke depan,” terangnya.

Topic:

  • Ni Ketut Wira Sanjiwani
  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya