Oknum PNS Klungkung Mengaku Dapat Proyek Biogas Karena Tekanan

Tiga tersangka korupsi biogas diperiksa selama 5 jam

Klungkung, IDN Times - Kejaksaan Negeri Klungkung melakukan pemeriksaan terhadap tiga tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan biogas di Nusa Penida tahun 2014 silam. Yakni Tiarta Ningsih; anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Klungkung, I Gede Gita Gunawan; dan oknum PNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung, Made Catur Adnyana.

Tiarta Ningsih, istrinya Gede Gita Gunawan, tetap datang menjalani pemeriksaan meski dalam kondisi hamil besar.

1. Para tersangka diperiksa lebih dari lima jam

Oknum PNS Klungkung Mengaku Dapat Proyek Biogas Karena Tekananpexels.com/Tim Gouw

Baca Juga: Anggota DPRD Klungkung & Istrinya Jadi Tersangka Kasus Korupsi Biogas

Ketiga tersangka diperiksa lebih dari dari jam mulai pukul 09.45 Wita, dan baru usai sekitar pukul 15.35 Wita, Senin (12/11) lalu. Ketiganya diperiksa di ruangan yang berbeda. Pasangan suami istri, Gede Gita Gunawan dan Tiarta Ningsih tampak didampingi oleh dua pengacaranya. Yaitu Haji Kastam dan Nengah Nurlaba. Sementara Catur Adnyana didampingi pengacara bernama Wayan Sumardika.

"Pemeriksaan masih untuk pendalaman. Kita periksa ketiganya agar lebih cepat dalam penyusunan berkasnya," ujar Kepala Seksi Pidana Khusus KejaksaanNegeri (Kasi Pidsus Kejari) Klungkung, Gusti Ngurah Anom, Selasa (13/11).

2. Ada uang kelebihan Rp29 juta dari CV Indah Karya

Oknum PNS Klungkung Mengaku Dapat Proyek Biogas Karena TekananIDN Times/Wayan Antara

Pengacara tersangka pasutri, Haji Kastam, menegaskan dalam pemeriksaan itu kliennya memberikan keterangan tambahan ke penyidik perihal kelebihan transfer dari pihak CV Indah Karya, selaku pemenang tender proyek, kepada Tiarta Ningsih selaku direktris CV Bhuana Raya senilai Rp29 juta.

Dalam hal ini CV Bhuana Raya merupakan perusahaan yang mengerjakan proyek itu, dengan Gita Gunawan sebagai komisaris/Persero Comanditer-nya.

"Uang kelebihan itu memang dikirim ke rekening CV Bhuana Raya, dan sudah dikembalikan Tiarta Ningsih," jelas Haji Kastam.

3. Menerima proyek dalam keadaan tertekan

Oknum PNS Klungkung Mengaku Dapat Proyek Biogas Karena Tekananwaldorfrisksolutions.com

Baca Juga: Pungutan Karcis Masuk Pura Tirta Empul Langgar Perda & Perjanjian

Keterangan tambahan juga diberikan oleh tersangka Made Catur Adnyana, melalui kuasa hukumnya, Wayan Sumardika. Ia menegaskan, jika saat mengerjakan proyek biogas itu, dirinya bekerja dalam tekanan pimpinan.

Bahkan Made Catur Adnyana sempat menolak proyek itu. Karena menurutnya leading sektornya pemasangan instalasi biogas seharusnya berada pada Dinas Pekerjaan Umum (PU), bukan dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

"Klien kami juga korban dalam perkara ini. Ia awalnya tidak mau mengambil proyek ini, karena seharusnya leading sektornya adalah PU. Tapi karena tekanan pimpinan, ia terpaksa mengambilnya," jelas Wayan Sumardika.

Sumardika juga menampik jika dikatakan intalasi biogas yang dipasang berjumlah 38 unit. Karena total yang terpasang sudah sesuai perencanaannya, yakni 40 unit.

"Semua sudah terpasang itu, 40 unit. Tinggal turun saja dicek," jelasnya.

Topik:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya