Comscore Tracker

Serial Pulau Plastik Dirilis di Kuta, Menolak Plastik Sekali Pakai

Robi Navicula titip pesan untuk semeton Bali

Badung, IDN Times - Bertempat di Potato Head Bali, Jalan Petitenget, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, serial pertama film dokumenter Pulau Plastik diluncurkan, Jumat (1/2).

Film tersebut merupakan serial video edukasi dengan pendekatan budaya populer, yang bertujuan untuk mengubah cara pandang atau paradigma masyarakat tentang sampah.

1. Bali menyumbang 30 ton sampah ke laut

Serial Pulau Plastik Dirilis di Kuta, Menolak Plastik Sekali PakaiIDN Times/Imam Rosidin

Bali merupakan daerah tujuan pariwisata dunia. Namun di balik keindahan dan kekayaan budaya serta alamnya, sampah menjadi persoalan yang sukar ditangani. Kopernik yang turut terlibat dalam pembuatan film ini menyebut Bali memyumbang 300 ton sampah plastik ke lautan. Hal tersebut tentu menjadi perhatian dan harus dicarikan jalan keluarnya.

"Jadi pulau plastik merupakan serial untuk semeton Bali, kami tak hanya fokus bagaimana fakta di balik sampah plastik. Namun kami ingin menawarkan gagasan baru dengan mengelola segala aktivitas dan inisiatif komunitas-komunitas di Bali," kata Andre Dananjaya, Senior Officer Kopernik, Jumat (1/2) malam.

2. Tak sekadar menghibur, tapi juga berisi pengetahuan baru tentang apa yang harus dilakukan terhadap dampak plastik ini

Serial Pulau Plastik Dirilis di Kuta, Menolak Plastik Sekali PakaiIDN Times/Imam Rosidin

Ia mengatakan, serial ini tak hanya menghibur, namun juga berisi pengetahuan baru tentang apa yang harus dilakukan terhadap dampak plastik ini. Mengapa Bali, karena pulau ini sebagai ruang dan tempat bertemunya bentuk industri, yakni pariwisata dan industri kreatif. Bali juga dianggap sebagai tempat yang suci, juga mampu memberi vibrasi yang positif.

"Jadi kesucian Bali itu yang ingin kita jaga. Jangan hanya pariwisata yang biasa-biasa saja. Namun, juga harus terbebas dari sampah plastik," ungkapnya.

3. Menolak plastik sekali pakai

Serial Pulau Plastik Dirilis di Kuta, Menolak Plastik Sekali PakaiIDN Times/Imam Rosidin

Pesan utamanya sendiri adalah supaya pengunjung sadar dan harus menolak plastik sekali pakai, seperti tas kresek dan sedotan. Ia menilai, plastik tersebut digunakannya hanya sekali, namun efeknya bertahun-tahun.

"Jadi bawalah tas belanjamu sendiri, bawa botol minum sendiri," jelasnya.

Terkait dampak plastik bagi pariwisata, ia menilai tentu sangat mengganggu. Sampah kini telah menjadi bagian yang cukup meresahkan. Tak hanya wisatawan tapi juga warga Bali sendiri.

"Tak hanya mengganggu pemandangan tapi juga kesehatan. Pesan besarnya, pola hidup kita yang harus mengurangi dan bahkan menolak gunakan plastik sekali pakai," pungkasnya.

4. Acara pemutaran ini berlangsung meriah

Serial Pulau Plastik Dirilis di Kuta, Menolak Plastik Sekali PakaiInstagram.com/robinavicula

Acara pemutaran serial tersebut dilakukan sekitar pukul 18.00 Wita. Acara dimulai dengan pertunjukan musik oleh Navicula. Kemudian dilanjutkan dengan nonton bareng bersama ratusan pengunjung yang mulai hadir sejak sore.

Pada serial perdana Pulau Plastik ini, Robi Navicula sebagai pemeran utama melakukan penelusuran terhadap kandungan mikroplastik. Kandungan tersebut terdapat di dalam perut ikan bandeng yang berada di wilayah perairan di Semarang, Jawa Tengah.

Didampingi oleh peneliti dari Universitas Soegijapranata, Inneke Hantoro, mereka melakukan uji lab dan membuktikan, bahwa memang terdapat kandungan mikroplastik di dalam perut ikan bandeng tersebut.

Selain itu, cerita yang diangkat juga turut menunjukkan bagaimana proses kolaborasi lintas pihak akan mampu memberikan dampak nyata terhadap pengurangan sampah plastik.

Serial ini juga turut menyinggung Kota Denpasar yang sudah berbuat dengan mengeluarkan Perwali Nomor 36 tahun 2018 tentang pengurangan penggunaan sampah plastik secara pakai.

Perwali tersebut berlaku sejak 1 Januari yang lalu. Isinya, melarang toko-toko modern dan pasar tradisional menggunakan kantong plastik sekali pakai.

Baca Juga: Tempat Pembuangan Sampah Ilegal di Kutuh Dipenuhi Lalat & Ganggu Warga

Topic:

  • Irma Yudistirani

Just For You