4 Kecamatan di Karangasem ALami Kekeringan, Butuh Air Bersih

Apakah wilayahmu juga kena dampak?

Karangasem, IDN Times - Panas terik dan kemarau panjang menyelimuti hampir sebagian besar Pulau Bali sejak beberapa bulan ini. Terlebih bulan November. Bahkan kekeringan telah melanda di hampir empat Kecamatan Karangasem.

1. Inilah empat Kecamatan di Karangasem alami kekeringan

4 Kecamatan di Karangasem ALami Kekeringan, Butuh Air Bersihpixabay/diego_torres

Baca Juga: Sabar! Denpasar Akan Hujan di Desember Awal, Karangasem Masih Kering

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem, Ida Bagus Arimbawa, mengatakan kekeringan ini adalah dampak dari musim kemarau yang berkepanjangan. Ada empat kecamatan yang mengalami kekeringan. Yakni di wilayah Kubu, Abang, Bebandem, dan karangsem.

"Saat ini yang masuk laporan ke BPBD dan Dinas Sosial menyangkut kebutuhan air bersih," jelasnya beberapa waktu lalu.

Dampak dari kekeringan ini membuat pasokan air bersih untuk empat kecamatan tersebut berkurang.

"Saat ini laporan yang masuk ke BPBD dan dinas Sosial menyangkut kebutuhan air bersih," jelasnya.

2. Kebutuhan air bersih

4 Kecamatan di Karangasem ALami Kekeringan, Butuh Air Bersihindiatimes.com

Arimbawa menambahkan, untuk wilayah yang paling berdampak dan meminta pasokan air bersih adalah Desa Bukit dan Seraya di Kecamatan Abang, Desa Bukit dan Seraya di Kecamatan Karangasem, dan beberapa desa di Kecamatan Bebandem.

Sementara itu, untuk Kecamatan Kubu belum ada permintaan pasokan air bersih meski mengalami kekeringan.

"Hanya sebagian kecil desa yang mengajukan permohonan air bersih. Bantuan air sudah berjalan dari seminggu lebih sesuai surat permohonan dari desa-desa," lanjutnya.

3. Terjadi tiga minggu terakhir

4 Kecamatan di Karangasem ALami Kekeringan, Butuh Air BersihIDN Times/Nofika Dian Nugroho

Arimbawa juga menambahkan, kekeringan di wilayah Kabupaten Karangasem sudah terjadi sejak bulan September lalu. Namun kekurangan air bersihnya baru terjadi dalam tiga minggu terakhir.

"BPBD melakukan kajian ke lapangan setelah mendapatkan hasil koordinasi dengan dinas sosial dan PMI untuk bersama-sama distribusi air bersih ke lapangan," katanya.

Ia melanjutkan, penempatan air hanya diprioritaskan di tempat-tempat umum untuk kepentingan masyarakat bersama.

Topik:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya