TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Inilah 7 Bahan Aktif Produk Anti Ketombe dan Cara Kerjanya

Pilih yang sesuai ya

Unsplash/Tim Mossholder

Ketombe merupakan masalah rambut yang bisa diderita oleh siapa saja. Kondisi yang ditandai dengan kulit kepala bersisik dan gatal ini seringkali disebabkan oleh perpaduan banyak faktor. Selain masalah kelenjar minyak yang berlebih, ketombe juga muncul karena adanya jamur di kulit kepala, serta respon kekebalan tubuh yang berlebih akibat jamur tersebut.

Untuk mengatasi ketombe, ada banyak produk yang dijual di pasaran. Kamu bisa mencoba sampo, hair mask, kondisioner, hingga tonik rambut. Namun banyaknya pilihan membuat konsumen bingung. Untuk itu, kamu perlu mengetahui lebih jauh tentang beberapa bahan aktif yang digunakan pada produk di pasaran dan juga cara kerjanya.

Dilansir dari Healthline.com, simak artikel berikut, yuk!

1. Ciclopirox

Unsplash/Velizar Ivanov

Ciclopirox merupakan bahan aktif  atau agen antijamur sintesis yang digunakan untuk mengatasi ketombe. Bahan aktif ini berkerja dengan cara menghentikan pertumbuhan jamur di kulit kepala sehingga pertumbuhan ketombe jadi berkurang.

Selain sebagai anti ketombe, ciclopirox banyak digunakan pada produk anti jamur lain seperti kurap, kutu air, dan kuku.

2. Coal tar

Unsplash/Tim Mossholder

Coal tar atau biasa disebut dengan tar batubara, merupakan bahan aktif dalam sampo anti ketombe yang bekerja dengan cara mengurangi kulit bersisik dan pertumbuhan sel-sel kulit berlebih penyebab ketombe.

Seperti namanya, coal tar berasal dari batubara yang merupakan produk sampingan produksi kokas. Selain untuk ketombe, bahan ini juga efektif mengurangi beberapa masalah kulit yang berhubungan dengan kulit bersisik seperti dermatitis atopic ataupun psoriasis.

Sampo dengan coal tar biasanya menyebabkan warna gelap dan menodai rambut, sehingga tidak cocok untuk rambut yang diwarnai. Beberapa merek sampo dengan kandungan coal tar adalah Redwin Coal Tar Sampo dan MG217 Psoriasis Coal Tar Shampoo.

3. Ketoconazole

Unsplash/Curology

Sama halnya dengan coal tar, ketoconazole juga merupakan agen anti jamur yang mengatasi ketombe dengan cara membunuh jamur Malassezia. Jamur ini mampu mengiritasi kelenjar minyak sehingga menyebabkan pertumbuhan ketombe.

Selain untuk ketombe, bahan aktif ini juga bisa digunakan untuk mengatasi masalah infeksi jamur lain pada kulit seperti kutu air, kurap, dan panu. Contoh merek sampo dengan kandungan bahan aktif ketoconazole adalah Ketomed.

4. Asam salisilat

Pexels/Deena Deena

Penggunaan asam salisilat dalam perawatan kulit merupakan hal yang sangat umum. Asam beta hidroksi ini menjaga sel-sel kulit agar tidak saling menempel dan dapat membantu menghilangkan sel-sel kulit bersisik.

Selain untuk produk anti ketombe, asam salisilat juga banyak digunakan pada produk untuk mengatasi jerawat karena kemampuannya untuk mengelupas kulit. Salah satu merk sampo anti ketombe dengan bahan aktif ini adalah Oriflame HairX Dandruff Rescue.

5. Perpaduan asam salisilat dan belerang

pexels.com/RODNAE Productions

Beberapa produk anti ketombe juga mengombinasikan asam salisilat dan belerang untuk lebih menambah efektivitas produk. Penambahan belerang berfungsi untuk mengurangi penumpukan sel kulit lebih lanjut setelah dikelupas oleh asam salisilat.

Selain itu, sulfur juga membantu mengurangi pertumbuhan kotembe karena mengandung zat antimikroba.

6. Selenium sulfida

Pexels.com/RODNAE Productions

Satu bahan aktif yang juga efektif mengatasi ketombe adalah selenium sulfida. Zat ini berfungsi untuk membantu memperlambat pergantian sel kulit serta mengurangi pertumbuhan ragi. Namun, zat ini dikenal menyebabkan rambut berminyak menjadi lebih berminyak.

Untuk itu, kamu yang sudah memiliki jenis rambut seperti ini, sebaiknya menghindarkan sampo dengan bahan aktif selenium sulfida. Merek sampo yang menggunakan bahan ini adalah rangkaian produk Selsun.

Verified Writer

Suarcani

Penulis yang seringkali baper dengan kisah karangannya sendiri.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Berita Terkini Lainnya