Comscore Tracker

Deretan Pahlawan Indonesia yang Pernah Jadi Wartawan

Ada yang pernah diasingkan gara-gara tulisannya

Jakarta, IDN Times - Tanggal 9 Februari 2020 diperingatai sebagai Hari Pers Nasional. Tanggal ini bertepatan dengan hari lahirnya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 5 Tahun 1985.

Tahukah kamu, beberapa pahlawan Indonesia ini pernah menjadi seorang wartawan di masanya. Mereka juga berjuang menyuarakan suara rakyat dan pendidikan, bahkan ada yang sampai diasingkan gara-gara tulisannya. Berikut ini deretan pahlawan Indonesia yang pernah menjadi wartawan:

1. Mohammad Hatta

Deretan Pahlawan Indonesia yang Pernah Jadi WartawanDok. Indonesia Tanah Airku (1952)

Meski harus berjuang melawan pemerintahan kolonial Belanda, Mohammad Hatta, menjadi pahlawan nasional yang berperan di bidang jurnalistik. Hatta mulai menulis sejak dirinya bersama Syharir ditangkap dan diasingkan Belanda ke Digul serta Banda Neira pada 25 Februari 1934.

Hatta mulai menulis untuk koran-koran Jakarta dan majalah-majalah di Medan, Sumatera Utara. Namun, tulisan wakil presiden pertama RI di media cetak tersebut, tidak berbau politis, melainkan penuh analisis untuk mendidik pembaca.

2. Ki Hajar Dewantara

Deretan Pahlawan Indonesia yang Pernah Jadi WartawanANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Siapa yang tak kenal dengan tokoh satu ini. Ki Hajar Dewantara, yang juga dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Ki Hajar adalah seorang aktivis pergerakan kemerdekaan RI, kolumnis, politikus, pelopor pendidikan bagi kaum pribumi dari masa penjajahan Belanda, dan juga pendiri Perguruan Taman Siswa. Ki Hajar lahir dari kalangan bangsawan di tanah Jawa. 

Pria yang juga bernama Suwardi Suryaningrat ini juga sebelumnya seorang wartawan. Ia memulai kariernya sebagai penulis dan wartawan di beberapa surat kabar. Pada saat itu, Ki Hajar menjadi penulis andal lantaran tulisannya dikenal komunikatif, tajam, dan antikolonial.

Namun karena tulisannya juga, Ki Hajar sempat diasingkan pemerintah Hindia Belanda. Tulisannya yang berjudul Als ik een Nederlander was atau Seandainya Aku Seorang Belanda yang dimuat dalam surat kabar De Expres pada 13 Juli 1913 silam, dinilai sebagai kritikan pedas di kalangan pejabat pemerintahan Hindia Belanda.

Baca Juga: Cerita Jurnalis Aprila Tentang Papua Usai Mendapat Otonomi Khusus

3. Tirto Adhi Soerjo

Deretan Pahlawan Indonesia yang Pernah Jadi Wartawanpixabay.com/Devanath

Djokomono Tirto Adhi Soerjo atau yang lebih dikenal Tirto memang dikenal sebagai tokoh pers dan kebangkitan nasional Indonesia. Tak hanya itu, ia juga dikenal sebagai perintis surat kabar dan kewartawanan di Tanah Air. Namanya sering disingkat TAS.

Tirto menerbitkan surat kabar Soenda Berita pada 1903-1905, Medan Prijaji 1907, dan Putri Hindia 1908. Dia juga mendirikan Sarikat Dagang Islam.

Medan Prijaji dikenal sebagai surat kabar nasional pertama, karena menggunakan bahasa Melayu (bahasa Indonesia), dan seluruh pekerja mulai dari pengasuhnya, percetakan, penerbitan, hingga wartawannya adalah pribumi.

4. Tan Malaka

Deretan Pahlawan Indonesia yang Pernah Jadi Wartawanhistoria.id/historia

Pejuang kemerdekaan lain yang gemar melawan penjajahan Belanda melalui tulisan adalah Tan Malaka. Ia juga dikenal sebagai seorang pengajar anak-anak kuli di perkebunan teh di Sanembah, Tanjung Morawa, Deli, Sumatera Utara. Selain mengajar, ia juga menulis beberapa propaganda untuk para kuli yang dikenal juga Deli Spoor.

Pada masa-masa itu, Tan Malaka mulai mengamati dan memahami penderitaan dan keterbelakangan hidup pribumi di Sumatera. Dia juga sering menulisnya di media massa. Salah satu karya dia berjudul Tanah Orang Miskin.

Tulisan tersebut berkisah tentang perbedaan mencolok kekayaan kaum kapitalis dan pekerja, yang dimuat di Het Vrije Woord. Tan Malaka juga menulis tentang penderitaan para kuli di perkebunan teh di Sumatera Post.

5. Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka)

Deretan Pahlawan Indonesia yang Pernah Jadi Wartawan(Ilustrasi) IDN Times/Axel Jo Harianja

Pria kelahiran 17 Februari 1908 yang dikenal dengan panggilan Hamka ini merupakan seorang ulama dan juga sastrawan. Dia melewatkan waktunya sebagai seorang wartawan, penulis, sekaligus pengajar.

Tak hanya itu, Hamka juga terjun dalam dunia politik melalui Partai Masyumi hingga partai tersebut dibubarkan. Ia menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama, dan aktif di Muhammadiyah hingga akhir hayatnya. 

Universitas Al Azhar dan Universitas Nasional Malaysia menganugerahkan gelar doktor kehormatan, sementara Universitas Moestopo Jakarta mengukuhkan Hamka sebagai guru besar. Namanya disematkan untuk Universitas Hamka milik Muhammadiyah dan masuk daftar Pahlawan Nasional Indonesia.

6. Tjipto Mangoenkoesoemo

Deretan Pahlawan Indonesia yang Pernah Jadi WartawanIDN Times/Margith Juita Damanik

Tjipto Mangoenkoesoemo merupakan satu dari Tiga Serangkai bersama Ki Hajar Dewantara dan Ernest Douwes. Tjipto juga dikenal sebagai seorang tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia bersama Ernest.

Tiga Serangkai yang banyak menyebarluaskan ide pemerintahan sendiri dan kritis terhadap pemerintahan Hindia Belanda. Tjipto juga tokoh Indische Partij, organisasi politik yang pertama kali mencetuskan ide pemerintahan sendiri di tangan pribumi.

Pada tahun 1913, Tjipto bersama dua rekannya diasingkan oleh pemerintah kolonial ke Belanda, akibat tulisan dan aktivitas politiknya. Mereka baru kembali ke Tanah Air pada 1917.

Itulah deretan pahlawan Indonesia yang pernah jadi wartawan. Selamat Hari Pers Nasional kawan-kawan seperjuangan.

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya