Comscore Tracker

8 Fakta Tentang BJ Habibie, Putra Terbaik Bangsa

Mendapat tawaran Wapres dari Soeharto saat Ainun operasi

Jakarta, IDN Times - Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang akrab disapa BJ Habibie, kini sedang dirawat intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Putra bangsa yang terkenal hingga mancanegara ini belum bisa dijenguk.

"Sesuai petunjuk Tim Dokter Kepresidenan, maka untuk sementara waktu Bapak Habibie belum diizinkan untuk dikunjungi," kata Sekretaris Pribadi BJ Habibie, Rubijanto, dalam keterangan tertulis yang diterima IDN Times.

Presiden ketiga Republik Indonesia ini sangat dikenal karena karya-karyanya. Sosok yang akrab dipanggil Eyang ini juga merupakan ilmuwan yang mumpuni. Berikut fakta-fakta mengenai Eyang Habibie yang dikutip dari GoodNewsFromIndonesia.

1. Habibie punya gelar yang sangat panjang

8 Fakta Tentang BJ Habibie, Putra Terbaik BangsaANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Menempuh pendidikan di dalam dan luar negeri, Habibie punya nama dan gelar yang cukup panjang. Jika dituliskan nama lengkap beserta gelarnya, akan menjadi Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie.

Habibie menempuh pendidikan strata satunya di Institute Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, usai menyelesaikan pendidikan SMA di Gouverments Middlebare School.

Dengan mendapat beasiswa dari pemerintahan, yang kala itu dipimpin Presiden Pertama Republik Indonesia Sukarno, Habibie muda melanjutkan pendidikannya ke Jerman.

2. Habibie ditinggal sang ayah sejak kecil

8 Fakta Tentang BJ Habibie, Putra Terbaik Bangsakebudayaan.kemdikbud.go.id

Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Ia merupakan anak keempat dari delapan bersaudara. Ketika usianya 14 tahun, tepatnya pada September 1950, ia kehilangan sang ayah, Alwi Abdul Jalil Habibie, yang meninggal akibat serangan jantung.

Habibie lantas hidup bersama saudara-saudaranya di bawah asuhan sang ibunda, RA Tuti Marini. Ketika berusia 26 tahun, ia meminang gadis cantik Hasri Ainun Besari, yang kemudian dikenal sebagai Ainun Habibie, sebagai istrinya dan menikah pada 12 Mei 1962.

3. Habibie lulus dari Jerman dengan predikat cumlaude

8 Fakta Tentang BJ Habibie, Putra Terbaik BangsaIDN Times/Denisa Tristianty

Dengan beasiswa yang didapatkan dari pemerintah Indonesia, Habibie muda menyelesaikan pendidikannya dari Rhein Wesfalen Aachen Technische Hochschule, dengan jurusan Teknik Penerbangan yang spesialisasinya pada konstruksi pesawat.

Habibie kemudian mendapat gelar Diploma Ing, dengan predikat cumlaude alias sempurna. Ia melanjutkan pendidikan doktoralnya di universitas yang sama. Ia lantas menerima gelar Dr Ingenieur dan lulus dengan predikat summa cumlaude alias sangat sempurna.

4. Habibie sosok yang diakui negara lain

8 Fakta Tentang BJ Habibie, Putra Terbaik Bangsainstagram.com/b.jhabibie

Habibie muda ketika bersekolah di Jerman mencetuskan rumus untuk menghitung crack progression on random. Rumus ini kemudian disebut dengan Faktor Habibie.

Tak menjadi sembarang rumus, karya Habibie ini diakui lembaga internasional. Seperti, Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Luar Angkasa Jerman), The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de I'Air de I'Espace (Prancis), dan The US Academy of Engineering (Amerika Serikat).

Habibie juga memperoleh penghargaan sebagai guru besar di ITB dan penghargaan Edward Warner Award dan Theodore Van Karman Award.

5. Habibie menjabat sebagai presiden dalam waktu 17 bulan

8 Fakta Tentang BJ Habibie, Putra Terbaik BangsaInstagram @b.jhabibie

Habibie menjabat sebagai presiden pasca-pengunduran diri Soeharto yang didesak mundur oleh rakyat Indonesia pada 1998. Masa Orde Baru selesai, Habibie memimpin jalannya masa reformasi.

Bahkan, kala itu ia menamai kabinetnya dengan sebutan Kabinet Reformasi Pembangunan. Selama 17 bulan, Habibie berkesempatan menjadi orang nomor satu di Indonesia.

Usai menjabat, Habibie digantikan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur.

6. Eyang mendapat tawaran sebagai Wakil Presiden dari Soeharto di tengah Ainun menjalani operasi

8 Fakta Tentang BJ Habibie, Putra Terbaik BangsaANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Presiden Soeharto kala itu meminta BJ Habibie untuk menjadi Wakil Presiden dalam Kabinet Pembangunan VII. Soeharto mengatakan kondisi Indonesia pada masa itu sedang banyak masalah sehingga Habibie sangat diperlukan. Di sisi lain, Habibie mengalami kebimbangan karena istrinya Ainun baru saja menjalani operasi dan membutuhkan Habibie untuk mendampingi.

Setelah membicarakan kondisi tersebut dengan istrinya, Ainun meyakinkan bahwa Habibie dibutuhkan negara. Maka dari itu, Habibie akhirnya memutuskan menerima tawaran Soeharto.

7. Keterlibatan Habibie dalam Timor Timur

8 Fakta Tentang BJ Habibie, Putra Terbaik Bangsainstagram/ @maudyayunda

Pada saat menjabat sebagai Presiden Indonesia, satu hal yang menjadi perhatian masyarakat adalah dilepaskannya Provinsi Timor Timur dari bagian kedaulatan Republik Indonesia. Otonomi Timor Timur sebagai hal yang sangat krusial saat itu, menarik perhatian Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Atas usul PBB, Presiden Habibie mengadakan jajak pendapat yang diselenggarakan pada 30 Agustus 1999 dengan pengawasan dari UNAMET (United nations Mission for East Timor) dan diikuti oleh penduduk Timor Timur.

Namun 78,5 persen penduduk Timor Timur sepakat menolak otonomi khusus yang ditawarkan pemerintah. Maka dari itu, MPR RI dalam sidang umum MPR tahun 1999 mencabut TAP MPR Nomor VI/1978 yang artinya Provinsi Timor Timur secara resmi lepas dari Republik Indonesia.

8. Habibie melahirkan UU Otonomi Daerah

8 Fakta Tentang BJ Habibie, Putra Terbaik Bangsawikipedia.org

Pada era pemerintahannya, Habibie berhasil mengesahkan Undang-undang (UU) Anti Monopoli atau UU Persaingan Sehat. Selain itu Habibie juga melakukan perubahan UU Partai politik, dan yang menjadi karya besar pada era Habibie adalah dia berhasil melahirkan UU Otonomi Daerah.

Undang-undang yang berhasil disahkan oleh Habibie tentu saja membawa dampak sangat besar untuk situasi dan kondisi Indonesia usai berakhirnya orde baru. Gejolak disintegrasi sisa warisan orde baru berhasil diredam berkat UU Otonomi Daerah.

Cepat sembuh Eyang...

Topic:

  • Irma Yudistirani

Just For You