Comscore Tracker

7 Penjelasan Ilmiah Mengapa Muncul Perasaan Iri dalam Diri Kita

Olah rasa iri untuk memotivasi diri jadi lebih baik yuk!

Rumput tetangga selalu tampak lebih hijau. Kamu tentu tidak asing dengan kalimat itu kan? Ya, kita seringkali merasa bahwa kehidupan orang lain lebih baik dari apa yang kita miliki. Perasaan iri itu pun mulai muncul.

Nah, di saat-saat seperti apa saja kamu merasa iri pada orang lain? Apakah ketika mereka mendapatkan prestasi tertentu? Atau saat melihat orang lain memiliki hubungan percintaan yang sempurna?

Memang, tidak bisa dipungkiri, manusia terkadang ingin memiliki apa yang dimiliki orang lain. Apa pun itu bentuknya. Bisa materi, kesuksesan, atau bahkan kasih sayang.

Memiliki perasaan iri terhadap orang lain memang bukanlah hal yang menyenangkan. Terlepas dari itu, pada kenyataannya, akar psikologis dari rasa iri ternyata bisa dianalisis secara ilmiah lho. Simak penjelasannya berikut ini!

1. Iri dan cemburu itu ternyata dua hal berbeda

7 Penjelasan Ilmiah Mengapa Muncul Perasaan Iri dalam Diri Kitanetdna-ssl.com

Iri adalah perasaan yang muncul karena keinginan akan sesuatu yang dimiliki atau diperlihatkan oleh orang lain. Rasa sakit pun muncul menyertai hal tersebut.

Sedangkan cemburu adalah hal yang berbeda. Cemburu adalah rasa iri yang timbul karena hal-hal yang ingin kamu pertahankan. 

2. Salah satu bagian dari evolusi

7 Penjelasan Ilmiah Mengapa Muncul Perasaan Iri dalam Diri Kitadaviddeeble.com

Kenapa kita merasa iri dengan pencapaian yang diraih orang lain? Bukankah akan lebih baik jika kita ikut senang dan mendukung capaian mereka? Tetap berpikir positif tentu lebih sehat kan? Namun memang sebenarnya rasa iri ini tidak mudah dihindari.

Dilansir dari Bustle, satu teori menyebutkan bahwa rasa iri masuk ke dalam proses evolusi sebagai dasar dari sifat kompetitif manusia. Saat merasa iri, manusia secara natural akan berusaha untuk mencapai atau memiliki hal yang ia inginkan. Oleh karena itu, muncullah kompetisi. 

3. Dasar dari gagasan kita tentang keadilan

7 Penjelasan Ilmiah Mengapa Muncul Perasaan Iri dalam Diri Kitamerriam-webster.com

Terdapat perdebatan dalam filsafat mengenai rasa iri yang bisa mempengaruhi persepsi kita terhadap bagaimana dunia berjalan. Menurut Stanford Encyclopedia of Philosophy, rasa iri memotivasi kita untuk lebih egaliter sehingga semuanya mendapat perlakuan yang adil, tidak terjadi diskriminasi atau perbedaan hanya karena latar sosial maupun budaya.

Baca Juga: 9 Trik Psikologis Cerdik untuk Menutupi Ekspresimu di Depan Orang Lain

4. Rasa iri memiliki dua emosi yang berbeda

7 Penjelasan Ilmiah Mengapa Muncul Perasaan Iri dalam Diri Kitasaga.co.uk

Sejumlah studi psikologis menunjukkan bahwa rasa iri terbagi menjadi dua emosi yang berbeda. Dilansir dari Bustle, peneliti Belanda menemukan bahwa terdapat rasa iri hati yang jahat dan jinak. Orang dengan iri hati yang jahat fokus pada orang yang memiliki pencapaian dan diikuti dengan rasa kesal, benci, dan ingin merampas hal yang diinginkan.

Di sisi lain, orang dengan iri hati yang jinak pada umumnya berpikir bahwa orang tersebut pantas mendapatkan prestasi itu tanpa rasa sakit hati yang berlebihan. Sebaliknya, mereka merasa termotivasi untuk bisa mencapai atau bahkan menjadi lebih baik.

5. Iri bisa menimbulkan rasa sakit fisik

7 Penjelasan Ilmiah Mengapa Muncul Perasaan Iri dalam Diri Kitacloudfront.net

Rasa iri ternyata bisa membuat kita merasakan sakit secara fisik dan bisa sangat mempengaruhi kesehatan. Di tahun 2009, studi dilakukan dengan meneliti bagaimana keadaan otak seseorang yang sedang iri. Dilansir dari New York Times, hasil menunjukkan bahwa bagian otak yang merasakan sakit terangsang.

Semakin kuat rasa iri, semakin kuat pula nyeri yang dirasa pada bagian korteks tersebut. Dalam kata lain, otak kita mengasosiasikan iri sebagai sakit fisik, sama besarnya dengan sakit yang dirasakan saat patah hati atau mengalami penolakan.

6. Media sosial mempengaruhi tingginya rasa iri

7 Penjelasan Ilmiah Mengapa Muncul Perasaan Iri dalam Diri Kitatheatlantic.com

Pada bulan Maret 2015, Scientific American melaporkan bahwa penggunaan Facebook dan media sosial lainnya dapat meningkatkan depresi, terutama pada dewasa muda. Penemuan tersebut menyatakan bahwa penurunan mood tersebut banyak disebabkan oleh rasa iri.

Hal itu muncul karena orang menggunakan media sosial sebagai sarana untuk memamerkan kehidupannya yang seakan “sempurna”. Apa yang dilihat di media sosial tersebut memunculkan emosi dan pertanyaan “kenapa bukan aku yang merasakannya”. Penggunaan media sosial cenderung membuat seseorang selalu membandingkan dirinya dengan orang lain.

7. Dewasa muda adalah kelompok usia yang paling berpotensi

7 Penjelasan Ilmiah Mengapa Muncul Perasaan Iri dalam Diri Kitabarrons.com

Dilansir dari Science Daily, studi pada tahun 2015 menunjukkan bahwa dewasa muda adalah orang-orang yang banyak merasakan iri hati. Pada umumnya perasaan tersebut lebih banyak dirasakan kepada teman-teman sebayanya.

Peneliti juga menemukan bahwa orang banyak merasa iri pada orang dengan gender yang sama dan terutama pada kesuksesan hubungan percintaan. Sedangkan orang yang lebih tua biasanya iri pada kekayaan dan pencapaian karier. 

Apakah kamu juga pernah merasakan hal-hal di atas? Itu normal kok, asalkan rasa iri yang kamu rasakan tidak sampai mempengaruhi hubunganmu dengan orang lain ya! Akan sangat bagus jika kita bisa mengolah rasa iri itu ke arah yang positif sehingga bisa memotivasi diri untuk menjadi lebih baik lagi.

Baca Juga: 7 Reaksi Tubuh saat Kamu Berhenti Makan, Bisa Tahan Berapa Lama?

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya