Comscore Tracker

5 Pelajaran Hidup dari Hari Raya Galungan dan Kuningan

Selamat melaksanakan penampahan yang umat Hindu di Bali

Umat Hindu, khususnya di Bali, merayakan Hari Raya Galungan pada tanggal 19 Februari 2020. Perayaan ini jatuh setiap 210 hari. Berdasarkan penghitungan kalender Bali, Galungan terjadi pada hari Budha Kliwon Dungulan (Rabu Kliwon wuku Dungulan) sebagai hari kemenangan dharma (Kebenaran atau kebaikan) melawan adharma (Kejahatan). Sedangkan Kuningan dirayakan setiap Sabtu Kliwon wuku Kuningan.

Banyak pelajaran dan makna yang bisa kamu petik di Hari Galungan dan Kuningan. Ini bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut di antaranya:

1. Selalu menegakkan kebaikan atau kebenaran agar hidupmu damai dan tenteram

5 Pelajaran Hidup dari Hari Raya Galungan dan Kuninganpixabay/sasint

Hari Galungan dirayakan oleh umat Hindu sebagai hari kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (kejahatan). Kisah heroik Bhatara Indra beserta pasukannya melawan raksasa jahat Mayadenawa ini jadi landasan lahirnya hari raya tersebut.

Kisah dalam mitologi Hindu ini kembali mengingatkan kita, bahwa kebaikan harus senantiasa ditegakkan dalam kehidupan. Ketika kita berbuat baik, maka kedamaian dan ketenteraman bisa tercapai.

Berbuat baik pun bisa dimulai dari tindakan kecil lho. Seperti membantu saudara yang kesusahan, menolong ayah dan ibu adalah langkah kecil dalam menerapkan kebaikan di muka bumi. Dari tindakan itu, kebaikan-kebaikan yang lebih besar dapat dilakukan seiring berjalannya waktu.

2. Tak lupa untuk selalu bersyukur atas pemberian Tuhan

5 Pelajaran Hidup dari Hari Raya Galungan dan KuninganIDN Times/Irma Yudistirani

Rangkaian perayaan Galungan dan Kuningan juga memberikan pelajaran, bahwa kita tak boleh lupa atas apa yang telah diberikan oleh Tuhan. Kamu, alam semesta beserta isinya bisa hadir karena kuasa-Nya. Tanpanya, mungkin kita dan alam semesta ini tidak akan pernah ada.

Rasa syukur yang dipanjatkan kepada Tuhan bisa kamu lakukan melalui doa-doa yang dipanjatkan. Dalam perayaan Galungan dan Kuningan, uma5 Hindu tidak hanya memanjatkan doa. Tetapi juga membuat berbagai persembahan berupa sesajen (Banten) dan makanan atau buah-buahan, sebagai wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Baca Juga: Menguak Makna: Kenapa Harus Pasang Penjor & Potong Babi Tiap Galungan?

3. Sebagai manusia harus mampu mengendalikan diri dari hal-hal buruk

5 Pelajaran Hidup dari Hari Raya Galungan dan Kuninganunsplash/yogimadhav

Dalam rangkaian Galungan dan Kuningan, ada satu hari yang dinamakan sebagai Hari Penyekeban. Rangkaian yang dirayakan pada Minggu Pahing wuku Dungulan ini punya makna filosofis, yaitu nyekeb indriya. Filosofi itu memiliki arti mengekang diri dari hal-hal yang sifatnya bertentangan dengan agama.

Nah, arti dari nyekeb indriya ini sebetulnya juga bisa dimaknai secara universal lho. Kita sebagai manusia harus mampu mengendalikan diri dari hal-hal buruk. Jika kita mampu mengendalikan sifat-sifat buruk dalam diri, niscaya kamu akan mendapatkan ketenteraman dan kemudahan.

4. Tidak melupakan jasa para pendahulumu

5 Pelajaran Hidup dari Hari Raya Galungan dan KuninganFoto hanya ilustrasi. (IDN Times/Irma Yudistirani)

Selain menghaturkan rasa syukur atas anugerah dari Tuhan, Galungan dan Kuningan juga untuk mengucapkan terima kasih atas jasa para pendahulu kamu. Mereka adalah leluhur kamu yang harus selalu diingat, dan dipanjatkan doa.

Kalau umat Hindu memercayai, bahwa pada saat Galungan dan Kuningan para leluhur akan turun ke dunia. Sebagai ungkapan rasa terima kasih, biasanya umat Hindu akan menyediakan suguhan untuk para leluhur berupa lauk pauk, nasi, dan buah-buahan.

Kebiasaan ini juga bisa kamu implementasikan sebagai Bangsa Indonesia. Yaitu dengan mengingat kembali bagaimana heroiknya perjuangan para pahlawan, yang berhasil memerdekakan Negara Indonesia dari penjajah. Kamu bisa mengingat jasa-jasanya melalui banyak membaca sejarah.

5. Displin dan tak buang waktu

5 Pelajaran Hidup dari Hari Raya Galungan dan Kuninganpixabay/nile

Rangkaian perayaan Galungan diakhiri dengan pemujaan kepada Tuhan ketika Hari Kuningan. Uniknya, dalam perayaan Kuningan, umat Hindu akan sembahyang sebelum jam 12 siang. Mereka meyakini, sebelum jam 12 siang, energi alam semesta masih berada pada titik puncak.

Proses sembahyang seperti itu bisa mengingatkan kita, bahwa waktu begitu berharga. Kita harus disiplin dan tidak membuang waktu dalam melaksanakan kegiatan. Jika tidak segera kamu lakukan, maka kesempatan itu akan lenyap begitu saja.

Itu dia lima pelajaran yang bisa kamu petik dari perayaan Galungan dan Kuningan. Kamu sudah siap menjadi pribadi yang lebih baik lagi? Selamat merayakan Galungan dan Kuningan bagi seluruh umat Hindu di Indonesia, dan Bali khususnya.

Baca Juga: Memaknai Hari Raya Galungan, Mari Memenangkan Diri dari Ego

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya