TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Pria Jerman ini Akhirnya Menikahi Perempuan Disabilitas Asal Bali

Keduanya dipertemukan karena sebuah film

Dok.IDN Times/Istimewa

Klungkung, IDN Times - Masih ingat dengan kisah asmara penyandang disabilitas asal Nusa Penida, Ni Ketut Raka (35) dan Warga Negara Asing (WNA) asal Jerman, Michael Bommel? Setelah kurang lebih setahun memandu kasih, keduanya menikah secara adat Bali, Selasa (27/8) di rumah keluarga Ni Ketut Raka, Dusun Kelemahan, Desa Suana.

1. Sebelum menikah, Bommel melaksanakan prosesi masuk Hindu

Dok.IDN Times/Istimewa

Perbekel Desa Suana, I Putu Rai Sudarta, menjelaskan pernikahan antara Ketut Raka dan Michael Bommel dihadiri oleh warga sekitar. Sehari sebelum melangsungkan pernikahan, Bommel menjalani ritual Sudi Wadani (Prosesi masuk sebagai umat Hindu). Sehingga WNA asal Jerman ini memeluk agama Hindu.

"Ritual Sudi Wadani tersebut dipuput sulinggih dari Griya Karangsari," jelas Rai Sudarta, Rabu (28/8).

Bommel memakai udeng songket dengan kamben songket dan baju safari saat melaksanakan upacara pernikahan. Sementara Ni Ketut Raka tampak anggun selayaknya perempuan Bali. Ia mengenakan pakaian kebaya putih dan kamben, serta rambutnya disanggul.

2. Warga sempat meragukan ketulusan Bommel

Dok.IDN Times/Istimewa

Dirinya tidak menampik, banyak warga sekitar yang meragukan cinta Bommel terhadap Ni Ketut Raka. Mengapa orang asing mencintai perempuan desa dengan keterbatasan fisiknya, dan dinilai dapat menjadi beban hidup sang Bommel.

"Masyarakat khawatir, keterbatasan fisik Ni Ketut Raka dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi si WNA ini," jelas Rai Sudarta.

Namun keraguan masyarakat itu sirna begitu Bommel mempersunting Ni Ketut Raka dan menyebutnya sebagai perempuan yang sempurna.

"Saya tidak bisa melarang keduanya jika saling mencintai. Saya harap keduanya lebih sering tinggal di Nusa Penida. Jujur kami sangat khawatir, mudah-mudahan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Warga tentu tidak ingin Ketut Raka ini diperalat dengan menjual keterbatasannya," ungkapnya.

3. Pernikahan mereka hampir tidak berjalan mulus. Sebab Bommel tidak membawa wali dan pihak konsulat ketika mempersuntingnya

Dok.IDN Times/Istimewa

Pernikahan mereka hampir tidak berjalan mulus. Pasalnya saat mempersunting Ni Ketut Raka, Bommel tidak mengajak seorang pun sebagai wali. Terlebih jika pernikahan beda kewarganegaraan, seharusnya Bommel juga didampingi oleh pihak konsulat dari negara asalnya.

"Beruntung ada warga setempat yang bersedia menjadi wali pernikahan dari Bommel. Secara adat kemarin mereka sah sebagai suami istri, tapi Bommel harus mengurus dokumen lainnya agar bisa sah secara dinas juga," ungkap Rai Sudarta.

Baca Juga: 4 Pesan Bijak Tetua Bali yang Tidak Boleh Kamu Lupakan

Berita Terkini Lainnya