TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

4 Hambatan Keluar dari Kebiasaan Suka Menunda Pekerjaan

Banyak hambatan yang menghadang

ilustrasi wanita merenung (unsplash.com/Anthony Tran)

Keinginan untuk bisa memperbaiki diri ke arah yang lebih baik merupakan suatu hal yang pantas diperjuangkan. Butuh tekad kuat dan lingkungan mendukung supaya perubahan yang diinginkan dapat dicapai. Seperti saat ingin memberhentikan kebiasaan menunda pekerjaan. Ini bukan perkara yang mudah, untuk dilakukan.

Apalagi mengubah kebiasaan buruk yang sudah sering dilakukan. Akan banyak hambatan yang diterima, berikut akan di bahas satu-persatu. Simak yuk!

Baca Juga: 5 Ide Dekorasi Kamar Tidur ala Vila di Bali, Berasa Liburan

Baca Juga: Balasan Ucapan Belasungkawa dalam Bahasa Bali dan Artinya

1. Masih tergoda menuruti keinginan malas

ilustrasi malas (pexels.com/EKATERINA BOLOVTSOVA)

Saat ingin berusaha berubah ke arah yang lebih baik, seseorang akan dihadapkan dengan berbagai macam hambatan. Untuk menguji seberapa kuat untuk bisa mendapatkan hal baik yang diinginkan. Hambatan pertama yang sering dihadapi orang yang hendak mengubah kebiasaan buruk dari menunda pekerjaan adalah rasa malas.

Rasa malas merupakan hambatan yang nyata dihadapi oleh seseorang yang ingin berubah menjadi lebih baik. Tak ayal godaan untuk menuruti rasa malas mengerjakan pekerjaan tepat waktu menjadi ujian terberat. Ini yang perlu ditaklukkan oleh kamu yang ingin berhenti dari kebiasaan suka menunda pekerjaan.

2. Sifat perfeksionis yang belum sepenuhnya hilang

ilustrasi wanita berpikir (pexels.com/ Ivan Samkov)

Salah satu faktor yang membuat seseorang sering menunda pekerjaan adalah sikap perfeksionis yang ada di dalam diri. Sikap merasa semua hal harus sempurna ini yang menghambat kelancaran dalam bekerja, sehingga malah memilih untuk tidak mengerjakannya sama sekali. Alasannya karena daripada pekerjaan tidak menghasilkan yang sempurna lebih baik tidak dikerjakan.

Ketika seseorang ingin berhenti dari kebiasaan menunda pekerjaan, hambatan yang mungkin saja menghampiri adalah sikap perfeksionisnya itu sendiri. Sikap yang belum hilang sepenuhnya ini akan berusaha muncul kembali, menghambat seseorang supaya sulit berubah. Sifat perfeksionis yang belum sepenuhnya hilang menjadi hambatan berat bagi seseorang yang suka menunda pekerjaan. 

3. Dikelilingi lingkungan yang kurang mendukung

Ilustrasi berkumpul bersama teman (pexels.com/RDNE Stock project)

Tak dipungkiri saat ingin berubah menjadi orang yang tepat waktu dan tidak suka menunda pekerjaan membutuhkan dukungan yang utuh. Selain diri sendiri, dukungan dari lingkungan juga diperlukan. Lingkungan juga memiliki pengaruh besar terhadap sikap dan perilaku seseorang, untuk itu diperlukan dukungan yang supportif dari lingkungan.

Jika lingkungan saja tidak mendukung untuk seseorang bisa mengerjakan pekerjaan secara tepat waktu, maka akan jadi sulit. Lingkungan baik yang tidak ditemukan untuk mendukung keinginan seseorang untuk berubah menjadi lebih baik, akan jadi hambatan tersendiri.

Verified Writer

Maftukhatul Azizah

Berbagi energi positif melalui tulisan.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Berita Terkini Lainnya