Comscore Tracker

Menunggu Aplikasi Pendidikan Buatan Nadiem, Gimana Hasilnya Ya?

Ia minta waktu 100 hari kerja untuk membuatnya

Jakarta, IDN Times - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makariem, meminta waktu 100 hari kepada Presiden Joko "Jokowi" Widodo untuk membentuk perubahan sistem belajar berbasis aplikasi. Hal ini diungkapkan Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta pada Jumat (1/11) lalu.

Sosok yang akrab disapa "Mas Menteri" oleh Jokowi itu akan membuat sistem belajar berbasis aplikasi sebagai dobrakan baru di dunia pendidikan Indonesia. Jokowi meminta agar mantan CEO Gojek itu tidak hanya melihat pendidikan di Jakarta, namun juga mempertimbangkan situasi di wilayah terjauh Nusantara.

1. Nadiem minta waktu 100 hari

Menunggu Aplikasi Pendidikan Buatan Nadiem, Gimana Hasilnya Ya?IDN Times/Margith Juita Damanik

Jokowi meminta Nadiem membuat aplikasi sebagai bentuk perubahan sistem belajar. Satu-satunya menteri millennial di Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf Amin itu, menyanggupi permintaan Jokowi. Namun Nadiem, menurut Jokowi, meminta waktu. Permintaan tersebut lantas disetujui oleh Jokowi.

"Mas Menteri minta, 'Beri waktu saya pak 100 hari untuk menyiapkan dan merancang itu'," kata Jokowi mengulangi permintaan Nadiem yang disanggupinya.

"Dari apa yg disampaikan Mas Menteri ke saya, saya meyakini beliau bisa melakukan itu. Dan kalau itu terjadi, nah, itulah yang namanya lompatan," lanjut Jokowi.

Baca Juga: Jawab Tantangan Zaman, Alasan Jokowi Pilih Nadiem Jadi Mendikbud

2. Jokowi: jangan buru-buru beri penilaian terhadap Nadiem

Menunggu Aplikasi Pendidikan Buatan Nadiem, Gimana Hasilnya Ya?Dok.IDN Times/Biro Pers Kepresidenan

Jokowi meminta agar kinerja Nadiem sebagai Mendikbud tidak buru-buru diberi penilaian. "Paling tidak nanti dilihat saja dua setengah tahun lagi, akan kita nilai. Jangan minta cepat kalau yang ini," kata Jokowi.

Ia mengatakan perlu persiapan untuk membuat sebuah aplikasi sistem yang dapat menjangkau peserta didik yang tersebar di seluruh Indonesia, menjangkau sekolah-sekolah dan juga guru-guru.

"Artinya memang saya, bukan mencoba, saya sudah hitung bahwa dalam mengelola manajemen besar ini harus memakai yang namanya teknologi," kata Jokowi. "Tanpa kita menggeser tujuan dari pendidikan kita yaitu membangun karakter bangsa, membangun jati diri bangsa. Tanpa keluar dari itu," lanjut dia.

3. Teknologi diharapkan dapat mengubah pendidikan Indonesia

Menunggu Aplikasi Pendidikan Buatan Nadiem, Gimana Hasilnya Ya?Orangtua Mengantar Anak Pergi Sekolah, September 2019 (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

Aplikasi yang diminta Jokowi dinilai sebagai sebuah cara untuk dapat mengejar dan mengantisipasi kecepatan perubahan di bidang pendidikan. "Siapa yang bisa mengelola seperti itu? Ya yang menguasai teknologi. Siapa yang terbukti menguasai seperti itu? Ya beliau (Nadiem) itu," kata Jokowi memberikan salah satu alasannya memilih Nadiem sebagai Mendikbud.

"Sudah membuktikan (di Gojek). Bisa gak dari situ dibawa ke dunia pendidikan? Ini yang mau kita buktikan," kata dia lagi.

Jokowi mengaku sudah membayangkan, jika terobosan baru tersebut dapat terlaksana, akan ada perubahan besar di dunia pendidikan Indonesia. Mulai dari cara mengajar hingga cara interaksi antara murid dan guru.

4. Nadiem diminta perhatikan pendidikan di pelosok

Menunggu Aplikasi Pendidikan Buatan Nadiem, Gimana Hasilnya Ya?ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

Jokowi pun meminta Nadiem memperhatikan pendidikan di berbagai pelosok, dan melihat pendekatan apa yang cocok dengan kondisi tersebut.

"Kemarin sudah saya perintah jangan hanya melihat universitas, SMA, SMK, SMP, SD, TK di Jakarta saja, atau di Jawa saja. Tolong lihat juga NTT yang pelosok, di Maluku yang pelosok. Di Papua yang juga pelosok. Perbedaannya kayak apa, pendekatannya kayak apa. Apakah pendekatan seperti yang dirancang cocok atau perlu digeser sedikit," kata Jokowi.

Topic:

  • Irma Yudistirani

Just For You