Comscore Tracker

5 Gestur yang Dinilai Buruk di Mata HRD Saat Wawancara Kerja

Kelihatannya sepele, tapi pengaruhnya besar

Perjuangan kamu untuk mengirimkan surat lamaran masih terus dilakukan, kan? Kamu harus tetap semangat mengirimkan lamaran sampai ada panggilan wawancara kerja. Giliran ada panggilan kerja, kamu langsung senang, gelisah, dan khawatir. Perasaan yang campur aduk itu harus bisa dikendalikan. Karena bisa berpengaruh pada gestur kamu, yang justru dinilai buruk di mata HRD:

1. Posisi dan penekanan saat berjabat tangan, menentukan pandangan pertama antara kamu dan HRD. Karenanya, jangan berjabat tangan dengan lemah

5 Gestur yang Dinilai Buruk di Mata HRD Saat Wawancara Kerjapexels.com/Oleg Magni

Berikanlah kesan pertama yang baik! Kamu bisa memulainya dengan sapaan dan dilanjutkan dengan jabat tangan. Aturlah posisi yang tepat saat berjabat tangan! Raih tangannya, naikkan sedikit pergelangan tangan, dan beri penekanan lebih kuat! Hal ini menunjukkan kepercayaan dirimu.

Tahukah kamu kalau jabat tangan dan sapaan verbal bisa mencairkan suasana? Bahkan, tindakan ini bisa membuatmu lebih dekat dengan pewawancara. Tentunya, dekat namun tetap profesional.

2. Meski nyaman, hindarilah bersandar pada kursi! Atur posisi dudukmu sebaik mungkin agar tidak terkesan kurang serius dan tetap menghormati

5 Gestur yang Dinilai Buruk di Mata HRD Saat Wawancara Kerjapexels.com/Christina Morillo

Biasanya, ruangan wawancara hanya dilengkapi meja dan dua kursi saja. Lantas, kamu akan dipersilakan duduk. Ingat! Proses wawancara bisa saja menghabiskan waktu 15-45 menit, bahkan lebih. Oleh sebab itu, atur posisi duduk sebaik mungkin.

Jangan bersandar, tapi gak perlu duduk terlalu maju! Hal itu bisa menunjukkan ketegangan yang sedang kamu rasakan.

3. Menyilangkan tangan boleh saja, tapi jangan terlalu dalam

5 Gestur yang Dinilai Buruk di Mata HRD Saat Wawancara Kerjapexels.coom/mentatdgt

Kecemasan yang sedang melandamu, jangan sampai merusak sikap sempurna yang sudah kamu persiapkan. Usai menentukan posisi duduk yang nyaman, kamu bisa meletakkan tangan di atas meja sembari merapatkan jari-jari.

Kamu bisa meletakkan tangan di atas pangkuan agar lebih santai dan jauh dari kesan kaku. Menyilangkan tangan boleh saja, asal tidak melekat di dada atau melakukan gerakan silang berulang-ulang di atas meja. Situasi ini semakin menunjukkan ketidaknyamanan di hadapan pewawancara.

4. Pandangan mata yang tidak fokus, bisa menggambarkan rasa kurang percaya diri. Tapi, menatap mata terlalu dalam juga kurang baik lho!

5 Gestur yang Dinilai Buruk di Mata HRD Saat Wawancara KerjaPexels.com/Tim Gouw

Melakukan kontak mata dengan pewawancara, menjadi poin yang paling penting. Meski saling bertatap muka, aturlah pandangan matamu saat berhadapan dengannya. Memperlihatkan pandangan ke kanan maupun kiri, mengisyaratkan bahwa kamu tidak percaya diri.

Tapi, ingat! Kamu juga gak perlu menatapnya dalam-dalam. Hal ini bisa memicu ketidaknyaman pada pewawancara. Usahakan kontak mata yang kamu lakukan, seirama dengan pertanyaan yang diajukan. Gerakan ini bisa menerangkan bahwa kamu percaya diri dan patut dipilih.

5. Rasa cemas yang berlebih bisa menghancurkan semua rencana yang sudah dipersiapkan. Ini juga bisa dibaca HRD dari gerak-gerikmu

5 Gestur yang Dinilai Buruk di Mata HRD Saat Wawancara Kerjapexels.com/cottonbro

Meski wawancara kerja terkesan sangat horor, jangan sampai kamu larut di dalamnya! Sikap cemas yang biasa ditunjukkan oleh pewawancara, biasanya akan melunturkan semua latihan keras yang sudah disiapkan.

Kamu gak perlu berulang kali merapikan poni rambut, menggulung lengan baju, sampai menggoyangkan kaki. Bagi pewawancara, kecemasan dan kegugupan yang sedang kamu tunjukkan merupakan cerminan dari sikap saat menghadapi masalah. Lalu, gimana mau diterima kerja kalau kamu tidak bisa mengatasi kecemasanmu itu?

Itulah gestur yang dinilai buruk di mata HRD saat wawancara kerja. Semoga kamu bisa mengendalikan diri ya.

Topic:

  • Irma Yudistirani

Just For You