Ketemu Orang yang Suka Memperlihatkan Alat Kelamin? Cuekin Saja!

Jangan bereaksi apapun deh sama orang seperti ini

Denpasar, IDN Times - Seorang pria yang belum diketahui identitasnya memamerkan alat kelamin di Jalan Plawa, Denpasar, Senin (29/4) lalu. Ia melakukannya di pinggir jalan dan dipertontonkan kepada perempuan yang tengah merekamnya.

Rekaman video itu lalu dibagikan di media sosial dan langsung menjadi viral. Lantas mengapa seseorang itu melakukan hal tersebut di tempat umum?

1. Ini merupakan gangguan psikiatri seksual dengan jenis paraphilia

Ketemu Orang yang Suka Memperlihatkan Alat Kelamin? Cuekin Saja!Dok. IDN Times/Istimewa

Dokter psikiater di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya, I Gusti Rai Putra Wiraguna, mengatakan perbuatan semacam itu merupakan gangguan psikiatri seksual dengan jenis paraphilia. Lebih spesifiknya biasa disebut exhibitionism. Pelaku melakukan hal tersebut biasanya untuk mendapatkan kepuasan seksual.

"Pelaku mendapat kepuasan seksual dari memperlihatkan alat kelamin ataupun aktivitas seksualnya, misalnya masturbasi," kata dia kepada wartawan, Selasa (30/4).

2. Pelaku akan mendapatkan kenikmatan jika korbannya bereaksi seperti terkejut, marah ataupun takut

Ketemu Orang yang Suka Memperlihatkan Alat Kelamin? Cuekin Saja!Dok.IDN Times/Istimewa

Saat melakukan aksi itu, pelaku mendapat kenikmatan jika korbannya bereaksi seperti terkejut, marah ataupun takut. Orang yang mengalami gangguan ini bahkan lebih merasakan kepuasan dari aktivitas berhubungan seksual.

"Gangguan ini berhubungan dengan berbagai faktor dari dalam dan luar. Misalnya pengalaman buruk masa lalu utamanya masa kecil, kekerasan fisik, emosional dan seksual yang dialami sebelumnya," lanjut dia.

3. Pasang muka dingin dan cueklah jika menemukan orang yang seperti ini

Ketemu Orang yang Suka Memperlihatkan Alat Kelamin? Cuekin Saja!mensolutions.es

Meski termasuk gangguan kejiwaan, namun hal ini sangat meresahkan masyarakat. Apalagi yang dinikmati oleh pelaku adalah reaksi dari korban. Sarannya, jika menemukan hal semacam ini adalah menghindar dengan muka dingin dan cuek.

"Ingatlah kata kunci yang dinikmati pelaku adalah reaksi korbannya.Jadi sebaiknya kita kalau berhadapan seperti ini adalah menghindar dengan roman muka dingin dan cuek. Jangan takut, jangan ketawa, jangan marah dan mendekati pelaku. Reaksi kita yang takut, tertawa, jijik dan marah itulah yang dinikmati pelaku," ungkapnya.

Kalau memungkinkan, foto atau video saja perilaku tersebut dan laporkan ke polisi supaya kejadian itu bisa diminimalisir.

"Sehingga kejadian ini akan makin minim dan jarang berulang kembali," pungkasnya.

Topic:

  • Irma Yudistirani

Just For You