Comscore Tracker

Mengenal Penyimpangan Seks Buronan Inggris di Bali dengan Anjing-Ikan

Ini bukan kasus baru di dunia

Beberapa waktu lalu pihak Imigrasi Kelas I Ngurah Rai berhasil menangkap Terence David Mueller (30), seorang buronan polisi Inggris, Minggu (28/7) lalu, pukul 02.00 Wita. Ia ditangkap setelah kasusnya viral di media sosial. Ia merupakan buronan Polisi Inggris yang tinggal di Bali karena kasus penjualan pornografi. Saat ditelusuri dan ditangkap, ia ternyata overstay selama 151 hari di Bali. Petugas juga menemukan alat isap sabu, alat suntik bekas pakai, vitamin untuk otot, steroid, dan 20 video pornografi.

Namun petugas menemukan beberapa adegan video yang janggal. Tak hanya bersama laki-laki dan perempuan, orang yang diduga Mueller ini juga melibatkan adegan dengan anjing dan ikan mas.

Sekarang pertanyaannya, mengapa seseorang bisa melakukan hubungan seksual dengan anjing dan ikan atau hewan lainnya? Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini penjelasannya:

1. Perilaku berhubungan seks dengan hewan itu disebut sebagai bestiality

Mengenal Penyimpangan Seks Buronan Inggris di Bali dengan Anjing-Ikanpexels.com/Hannes L

Ini bukan kasus pertama yang pernah terjadi di dunia. Bestiality ini sudah cukup dikenal di beberapa negara. Orang sering juga terkadang salah menuliskan bestiality sebagai beastiality.

Menurut definisi dari Oxford dictionaries, bestiality adalah hubungan seks keji serta sadis yang melibatkan manusia dan hewan, berapapun jumlahnya. Hubungan seks ini berawal dari preferensi, yang akhirnya dipertimbangkan sebagai orientasi seksual, bila pelakunya memang lebih memilih melakukan hubungan seks dengan hewan.

Baca Juga: Buronan Inggris di Bali Lakukan Penyimpangan Seks dengan Anjing & Ikan

2. Bestiality ditetapkan sebagai tindak ilegal hampir di seluruh bagian dunia

Mengenal Penyimpangan Seks Buronan Inggris di Bali dengan Anjing-Ikannewnownext.com

Ini karena masyarakat umum telah memilih untuk tidak menerimanya sebagai tindakan seksual yang baik, serta setuju untuk memberlakukan sanksi pada pelakunya dan melindungi korban. Ini sama halnya dengan masyarakat yang mengutuk paedofil.

Meski kadang kala bestiality tidak merugikan hewan secara fisik, seringkali itu mengubah perilaku dan kesehatan hewan tersebut. Hewan yang dieksploitasi secara seksual jauh lebih sulit untuk diadopsi. Mereka sering rentan terhadap masalah medis seperti pyometra, infeksi saluran kemih dan konstipasi. Mereka juga sering merespon dengan cara yang tidak lazim.

3. Di negara-negara 'bebas', hubungan seks dalam orientasi apapun diperbolehkan secara hukum (Legal) selama ada perasaan suka sama suka. Namun tidak pada paedofil dan bestiatily

Mengenal Penyimpangan Seks Buronan Inggris di Bali dengan Anjing-Ikanrmitcatalyst.com

Keputusan untuk saling menyetujui (consent) berhubungan seksual itulah yang menentukan apakah itu legal atau ilegal. Hubungan seks antar siapa pun yang didasari suka sama suka dianggap legal oleh beberapa negara, meskipun belum ada pernikahan yang sah. Namun ini tidak berlaku pada kasus paedofil dan bestiality.

4. Bestiality dan paedofil tergolong tindakan keji serta ilegal, karena satu pihak tidak mungkin menyetujui konsekuensi aktivitas yang akan ia lakukan

Mengenal Penyimpangan Seks Buronan Inggris di Bali dengan Anjing-Ikanthisisafrica.me

Baca Juga: Diduga Jual Konten Pornografi, Pria Buronan Inggris Ditangkap di Bali

Hewan dan anak-anak tidak mungkin memahami dengan benar hubungan seksual yang akan mereka lakukan bersama orang dewasa. Sehingga aktivitas yang dilakukan adalah sepenuhnya keinginan satu pihak saja, dengan kata lain adalah paksaan baik secara halus maupun kasar.

Anak-anak mungkin bisa saja menyetujui dengan satu dan lain alasan, tapi mereka tetap tidak akan paham konsekuensi yang akan mereka hadapi. Persetujuan yang mereka nyatakan pun bukan karena memahami aktivitas tersebut, tapi lebih banyak disebabkan oleh iming-iming dan bujuk rayu pelaku.

Tentunya hewan yang tidak memiliki kapasitas berpikir seperti manusia berada dalam kondisi yang lebih parah lagi pada bestiality. Mereka dipaksa menerima apapun tindakan pelaku, yang juga lebih mudah untuk kabur dari jerat hukum. Karena hewan tidak bisa mengadu ataupun memiliki tanda yang jelas.

Mengenal Penyimpangan Seks Buronan Inggris di Bali dengan Anjing-Ikanzeepertje.com

Sebagai manusia, sudah seharusnya memiliki rasa tanggung jawab untuk merawat hewan (Ternak maupun peliharaan) dan anak-anak, yang tidak bisa merawat dirinya sendiri. Kita punya kewajiban hukum, moral, etis dan logis untuk merawat mereka.

Topic:

  • Irma Yudistirani
  • Septi Riyani

Berita Terkini Lainnya