Comscore Tracker

Benarkah Alergi Sinar Matahari Menyebabkan Ruam? Ini Penjelasannya

Jangan lupa selalu lindungi kulit kamu ya

Ruam yang muncul di kulit akibat alergi sinar matahari disebut sebagai erupsi cahaya polimorfik atau polymorphic light eruption (PLE). Biasanya orang-orang menyebut dengan ruam kulit yang dipicu oleh paparan sinar matahari. Apakah kamu pernah mengalaminya?

Mungkin kamu penasaran, apa dan bagaimana sebenarnya ruam ini bisa muncul. Nah untuk mengetahi lebih dalam, cek yuk ulasan di bawah ini!

1. Tak hanya dipicu oleh paparan sinar matahari

Benarkah Alergi Sinar Matahari Menyebabkan Ruam? Ini Penjelasannyafridaymagazine.ae

Dilansir laman Mayo Clinic, Erupsi cahaya polimorfik adalah ruam yang disebabkan oleh paparan sinar matahari, khususnya pada orang yang telah mengembangkan sensitivitas terhadap sinar matahari.

Sementara, menurut National Health Service Inggris (NHS), PLE tak hanya dipicu oleh paparan sinar matahari, tetapi juga sinar ultraviolet buatan. Gejala yang mungkin timbul adalah ruam, kemerahan, muncul benjolan kecil, atau timbul bercak di kulit.

2. PLE dialami oleh 10-20 persen dari total populasi di berbagai negara

Benarkah Alergi Sinar Matahari Menyebabkan Ruam? Ini Penjelasannyapruettdermatology.com

Menurut studi berjudul "A Clinicoepidemiological Study of Polymorphic Light Eruption" yang diterbitkan di "Indian Journal of Dermatology, Venereology and Leprology" tahun 2008, PLE dialami oleh 10-20 persen dari total populasi di berbagai negara.

Studi klinis-epidemiologis ini dilakukan oleh departemen rawat jalan kulit dari Institute of Medical Sciences Hospital selama setahun. Studi ini melibatkan pasien usia 5-70 tahun. Dari 39.112 kasus, 220 di antaranya adalah kasus PLE yang terdiri dari 138 perempuan dan 82 laki-laki.

3. PLE meliputi ruam gatal atau sensasi terbakar

Benarkah Alergi Sinar Matahari Menyebabkan Ruam? Ini Penjelasannyagoldskincare.com

NHS menyebutkan bahwa gejala PLE meliputi ruam gatal atau sensasi terbakar dalam beberapa jam hingga 2-3 hari setelah terpapar sinar matahari. Kondisi ini bisa berlangsung hingga 2 minggu, bisa lebih cepat atau lama.

Ruam biasanya muncul di bagian kulit yang terpapar sinar matahari, seperti lengan, leher, dada, hingga kepala. Sementara, menurut laman DermNetz NZ, ruam bisa muncul di punggung tangan dan tungkai bawah, tapi kadang wajah tidak terpengaruh.

4. Ada yang muncul dengan bintik-bintik merah berukuran 2-5 mm

Benarkah Alergi Sinar Matahari Menyebabkan Ruam? Ini Penjelasannyafitneass.com

Menurut NHS, ada yang muncul bintik-bintik merah berukuran 2-5 mm, ada pula yang kulitnya melepuh lalu berubah menjadi bercak merah yang besar, kering, atau mirip eksem.

Dalam kasus yang lebih langka, bercak kulit ini berbentuk seperti mata lembu. Yang jelas, erupsi cahaya polimorfik berbeda dengan biang keringat. Biang keringat disebabkan oleh panas berlebih, bukan sinar matahari.

Baca Juga: 8 Cara Mengatasi Ruam Kulit, Ampuh dan Bisa Dilakukan di Rumah

5. Umumnya menyerang perempuan berusia 20-40 tahun

Benarkah Alergi Sinar Matahari Menyebabkan Ruam? Ini Penjelasannyawelshmummyblogs.com

Erupsi cahaya polimorfik umumnya menyerang perempuan berusia 20-40 tahun, tetapi 25 persen di antaranya memengaruhi anak-anak dan laki-laki dewasa. Kondisi ini lebih sering dialami di belahan bumi Utara dan jarang terjadi di wilayah Australasia.

Selain itu, erupsi cahaya polimorfik lebih umum pada orang-orang yang tinggal di dataran tinggi daripada di permukaan laut. Kondisi ini pun lebih sering terjadi pada ras kulit putih atau kaukasoid dibandingkan ras kulit berwarna lebih gelap.

6. Dianjurkan untuk memakai tabir surya minimal SPF 30

Benarkah Alergi Sinar Matahari Menyebabkan Ruam? Ini Penjelasannyapublicdomainpictures.net/Jean Beaufort

Bagaimana cara mencegah ruam kulit akibat paparan sinar matahari? Menurut dr. Harvey Lui, peneliti dari Vancouver Coastal Health Research Institute, Kanada, erupsi cahaya polimorfik bisa diatasi dengan memblokir sinar matahari dan mencegahnya mencapai permukaan kulit.

Pasien dianjurkan untuk memakai pakaian panjang, kacamata hitam, dan topi. Selain itu, dianjurkan untuk memakai tabir surya minimal SPF 30, tapi idealnya SPF 60 atau lebih. Jangan lupa untuk mengoleskan ulang tabir surya setiap beberapa jam. Selain itu, dr. Harvey juga menganjurkan untuk menggunakan krim atau salep kortison.

7. Bisa juga lakukan desensitisasi dan treatment sinar UV

Benarkah Alergi Sinar Matahari Menyebabkan Ruam? Ini Penjelasannyansdermatology.com.au

Di sisi lain, NHS mengatakan ada opsi lainnya untuk mengatasi masalah kulit ini, yaitu dengan desensitisasi dan treatment sinar UV. Tujuannya untuk meningkatkan daya tahan kulit terhadap sinar matahari. Intensitasnya kurang lebih 3 kali seminggu selama 4-6 minggu.

Dengan terapi ini, diharapkan kulit bisa membangun daya tahan terhadap paparan sinar UV secara bertahap. Selain itu, penuhi asupan vitamin D harian, baik dari makanan ataupun lewat suplemen sesuai anjuran dokter.

Nah itulah ulasan terkait alergi sinar matahari alias erupsi cahaya polimorfik. Apabila kamu pernah mengalaminya, kamu bisa mencoba melakukan solusi yang disampaikan di atas. Tapi apabila semakin parah, disarankan untuk memeriksakan ke dokter.

Baca Juga: Penyebab Kulit Kering, 7 Hal Ini Ternyata Bisa Pengaruhi Kelembapannya

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya