Comscore Tracker

Golongan Darah O Disebut-sebut Lebih Kebal COVID-19, Benarkah? 

Golongan darah bisa memengaruhi produksi antibodi

Para peneliti di berbagai negara terus mengembangkan berbagai studi untuk lebih mengenal penyebab munculnya virus corona. Mereka juga meneliti keterkaitan antara golongan darah dengan risiko seseorang terhadap COVID-19. 

Menurut sejumlah studi yang telah dilakukan, orang-orang dengan golongan darah O adalah pihak yang 'diuntungkan'. Risiko mereka yang bergolongan darah O disebut lebih kecil untuk tertular dan mengalami gejala berat, dibandingkan dengan mereka yang bergolongan darah A, B, dan AB.

1. Golongan darah O memiliki tingkat infeksi yang lebih rendah

Golongan Darah O Disebut-sebut Lebih Kebal COVID-19, Benarkah? unsplash.com/hikeshaw

Pada pertengahan Maret 2020, beredar klaim yang mengatakan bahwa golongan darah memengaruhi kerentanan seseorang untuk tertular COVID-19. Pernyataan tersebut salah satunya berasal dari sebuah studi yang berjudul Relationship between the ABO Blood Group and the COVID-19 Susceptibility. 

Studi yang melibatkan 2.173 pasien di Wuhan dan Shenzen di Tiongkok ini menemukan bahwa orang-orang dengan golongan darah O memiliki tingkat infeksi yang lebih rendah dibandingkan A, B, dan AB.

Hal serupa juga ditemukan oleh studi-studi lain di negara yang berbeda. Mayoritas menunjukkan bahwa orang yang bergolongan darah O memiliki risiko yang lebih rendah untuk tertular COVID-19. 

Baca Juga: Masih Misteri, 5 Pertanyaan Seputar COVID-19 Ini Belum Terjawab

2. Golongan darah A memiliki risiko 45 persen lebih tinggi

Golongan Darah O Disebut-sebut Lebih Kebal COVID-19, Benarkah? unsplash.com/sharonmccutcheon

Tak hanya memiliki resistansi terhadap penularan COVID-19, pasien golongan darah O juga memiliki risiko yang lebih kecil untuk mengalami gejala berat. Hal tersebut dibahas dalam studi Genomewide Association Study of Severe Covid-19 with Respiratory Failure dalam New England Journal of Medicine (NEJM) yang terbit pada Juni lalu.

Disebutkan bahwa pasien COVID-19 dengan golongan darah A memiliki risiko 45 persen lebih tinggi untuk mengalami kegagalan pernapasan. Sementara itu, pasien bergolongan darah O memiliki risiko 35 persen lebih rendah untuk mengalaminya.

Hasil tersebut didapat setelah peneliti mengamati pola pada 1.610 pasien dan 2.205 orang yang sehat di Italia dan Spanyol.

3. Antibodi yang dihasilkan pada golongan darah A, B, dan AB bekerja lebih lambat

Golongan Darah O Disebut-sebut Lebih Kebal COVID-19, Benarkah? stanfordbloodcenter.org

Para ahli sebenarnya belum menemukan jawaban yang pasti bagaimana golongan darah bisa berhubungan dengan potensi seseorang untuk tertular dari COVID-19. Namun, ada beberapa hipotesis yang bisa memberi jawaban.

Kembali ke studi di NEJM pada poin nomor 2, peneliti mengatakan bahwa golongan darah bisa memengaruhi produksi antibodi. Pada orang bergolongan darah A, B, dan AB, antibodi yang dihasilkan kemungkinan bekerja lebih lambat sehingga gejala yang terjadi pun cenderung lebih berat.

Kedua, mereka juga mengatakan bahwa gen penentu golongan darah memengaruhi sensitivitas reseptor ACE2. Ini merupakan bagian dari sel manusia yang menjadi 'pintu masuk' coronavirus SARS-CoV-2 ketika menginfeksi. 

Hipotesis ketiga berasal dari direktur riset Inserm, organisasi riset medis dari Prancis, Jacques Le Pendu. Ia mengatakan bahwa orang dengan golongan darah O tidak rentan terhadap pembekuan darah sehingga antibodi yang dihasilkan mampu menetralkan virus lebih cepat.  

4. Golongan darah bukanlah faktor risiko yang signifikan untuk COVID-19

Golongan Darah O Disebut-sebut Lebih Kebal COVID-19, Benarkah? unsplash.com/luannhunt180

Penjelasan di atas mungkin membuat kamu yang bergolongan darah O menghela napas lega. Iya, kan? Akan tetapi, jangan senang dulu, ya. Perlu diketahui bahwa golongan darah bukanlah faktor risiko yang signifikan untuk COVID-19.

Masih banyak faktor lain yang bisa meningkatkan kerentanan seseorang terhadap penyakit yang sudah menginfeksi lebih dari 14 juta orang di seluruh dunia ini. Misalnya penyakit bawaan, usia, dan lain sebagainya. Terlebih, studi terhadap COVID-19 masih sangat terbatas dan prematur. Jadi, jangan kaget jika ada banyak perubahan klaim di kemudian hari.

Terlepas dari hasil studi di atas, semua orang tanpa terkecuali harus tetap menjaga kebersihan dan kesehatan untuk meminimalkan risiko COVID-19. Kamu harus tetap menjaga jarak aman, menghindari tempat ramai, rajin cuci tangan, disiplin pakai masker dan pelindung diri sesuai keperluan, dan selalu menjaga kesehatan. 

Baca Juga: Riset Temukan Golongan Darah A Lebih Rentan Virus Corona

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya