Comscore Tracker

5 Alasan Untuk Menjawab: Perlukah Orang yang Sembuh COVID-19 Divaksin?

Ini pendapat para ahli ya

Sebagian wilayah kabupaten/kota yang tersebar di Indonesia telah menerima vaksin COVID-19, setelah melalui proses pengembangan dan uji klinis selama berbulan-bulan.

Namun pasien yang telah dinyatakan sembuh dari COVID-19 di Indonesia pasti banyak yang bertanya, apakah mereka memerlukan vaksin tersebut?

Sebelumnya, sejumlah studi menyatakan para penyintas (Orang-orang yang telah terinfeksi dan sembuh dari COVID-19) memiliki kekebalan terhadap COVID-19. Untuk menjawab pertanyaan itu, ikuti ulasan di bawah ini:

Baca Juga: Prioritas Dapat Vaksin COVID-19, Perawat di Bali Mengaku Masih Ragu 

1. Kekebalan muncul karena tubuh telah mengenali karakteristik virusnya

5 Alasan Untuk Menjawab: Perlukah Orang yang Sembuh COVID-19 Divaksin?freepik.com/pressfoto

Imunitas yang dimiliki para penyintas COVID-19 jadi perdebatan sejak awal pandemik. Tak bisa dimungkiri, sebagian pasien yang telah sembuh jadi kebal terhadap virus SARS-CoV-2.

Menurut studi yang telah dilakukan para ahli, kekebalan itu muncul karena tubuh telah mengenali karakteristik virusnya. Jadi ketika virus yang sama menyerang kembali, sistem imun telah memiliki data dan mengenalinya. Sehingga imun dapat memeranginya.

2. Menurut ahli, penyintas yang pernah mengalami gejala berat cenderung memiliki imunitas lebih tinggi

5 Alasan Untuk Menjawab: Perlukah Orang yang Sembuh COVID-19 Divaksin?freepik.com/drobotdean

Menurut penjelasan di laman Health, imunitas yang dihasilkan oleh pasien COVID-19 berbeda-beda dan sulit untuk ditebak. Stephen Russel MD PhD, dokter sekaligus co-founder Imanis Life Sciences, mengungkapkan orang yang mengalami gejala berat cenderung memiliki imunitas yang lebih tinggi.

Artinya, semakin buruk kondisi pasien itu tertular COVID-19, semakin kuat pula imunitas yang akan dibentuk oleh tubuh mereka. Jadi kalau ada penyintas COVID-19 yang mengalami gejala ringan hingga sedang, sistem imunnya diprediksi tak cukup kuat untuk melawan infeksi berikutnya. Akan tetapi, masih banyak faktor yang tidak diketahui mengenai imunitas.

Pertama, kita tidak bisa mengekspektasikan setiap orang bereaksi sesuai dengan prediksi para ahli. Kedua, kita tak tahu sekuat apa imunitas dan sampai kapan tubuh dapat melindungi diri dari virus yang sama. Terlebih, kasus infeksi ulang semakin banyak terjadi di seluruh dunia.

Baca Juga: Makin Sehat di 2021, Ini 7 Hal yang Harus Ada di Resolusi Tahun Barumu

3. Para ahli menyarankan agar penyintas juga menerima vaksin COVID-19

5 Alasan Untuk Menjawab: Perlukah Orang yang Sembuh COVID-19 Divaksin?pexels.com/Gustova Fring

Karena sistem imun tiap orang bereaksi secara berbeda terhadap virus, maka para ahli menyarankan agar vaksin diberikan kepada seluruh masyarakat global. Termasuk para penyintas COVID-19 sebagai langkah pencegahan.

Sebab mereka memprediksi, imunitas yang dibentuk setelah sembuh dari COVID-19 hanya berlaku selama tiga hingga empat bulan, menurut laporan yang dipaparkan laman Healthline. Namun data itu belum valid karena tidak ada bukti ilmiah yang pasti terkait ini.

4. Dengan vaksinasi, penyintas diharapkan terhindar dari infeksi ulang

5 Alasan Untuk Menjawab: Perlukah Orang yang Sembuh COVID-19 Divaksin?pexels.com/Nataliya Vaitkevich

Imunitas yang terbentuk setelah sembuh dari COVID-19 bisa melemah. Di situlah vaksin diharapkan bisa bekerja. Setelah penyintas COVID-19 menerima vaksin, imun tubuhnya akan lebih kuat dan mengenali kembali karakteristik virus. Dengan begitu, diharapkan para penyintas akan terhindar dari potensi infeksi ulang atau reinfeksi.

Namun ada yang perlu diperhatikan, bahwa vaksin tidak boleh diberikan ketika seseorang masih sakit. Melansir Health, vaksinasi hanya bisa dilakukan setelah pasien benar-benar sembuh, terbukti negatif, dan selesai melakukan isolasi mandiri. Jika tidak, khawatirnya vaksin tidak mampu bekerja maksimal, atau bahkan menimbulkan efek yang tidak diinginkan.

5. Untuk sementara ini, vaksin COVID-19 difokuskan kepada orang-orang yang belum terpapar penyakit

5 Alasan Untuk Menjawab: Perlukah Orang yang Sembuh COVID-19 Divaksin?Daftar orang yang tidak dianjurkan divaksin covid-19 (IDN Times/Muhammad Rahmat Arief)

Namun begitu vaksin diberikan secara massal, para penyintas disarankan untuk menerimanya sebagai upaya pencegahan.

ADa syarat-syarat yang harus diperhatikan. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengatakan, bahwa ada kelompok tertentu yang sebaiknya tidak mendapatkan vaksin COVID-19 terlebih dahulu. Yaitu orang-orang yang memiliki alergi, ibu hamil dan menyusui, memiliki penyakit penyerta, dan riwayat penyakit autoimun.

Baca Juga: Penderita Hipertensi Belum Layak Divaksin COVID-19, Ini Daftarnya

5 Alasan Untuk Menjawab: Perlukah Orang yang Sembuh COVID-19 Divaksin?Infografis daftar komorbid yang layak dan belum layak divaksin COVID-19. IDN Times/Muhammad Rahmat Arief

Sembari menantikan vaksinasi massal, tetap lakukan protokol kesehatan (Prokes) seperti mencuci tangan, mengenakan masker dengan tepat, serta menjaga jarak dengan orang lain.

Baca Juga: Catat, 7 Tanda Orang Pernah Tertular COVID-19 Tanpa Disadari

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani
  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya