Comscore Tracker

Kenali Gejala Asam Urat dan Faktor Risikonya, Gak Cuman Nyeri Sendi 

Mulai perhatikan kondisi kesehatan kamu ya

Hiperurisemia dapat mengakibatkan beberapa gangguan pada persendian, salah satunya penyakit asam urat atau gout.

Gejala asam urat memang bisa datang atau kambuh kapan saja dan biasanya menimbulkan rasa sakit yang tak tertahankan. Apa saja gejala asam urat yang perlu diwaspadai? Apa saja sebenarnya faktor risiko seseorang bisa terkena asam urat? 

Nah penting sekali untuk kamu ketahui, jadi coba cek di bawah ini gejala dan faktor risiko orang bisa menderita asam urat.

1. Makanan dan minuman yang dapat menjadi faktor penyebab asam urat

Kenali Gejala Asam Urat dan Faktor Risikonya, Gak Cuman Nyeri Sendi merahputih.com

Asam urat terbentuk dari penguraian senyawa purin dalam tubuh. Saat mengonsumsi makanan kaya akan purin, kamu disarankan memasaknya hingga matang dan minum air putih yang banyak setelahnya. Selain itu, konsumsinya tak boleh berlebihan.

Bahan makanan khas Indonesia seperti jengkol, petai, dan melinjo diketahui memiliki kadar purin yang tinggi, sehingga bikin tubuh kewalahan dengan asam urat. Selain tiga bahan makanan tersebut, menurut keterangan dari Arthritis Foundation, kadar purin yang tinggi dapat ditemukan pada makanan dan minuman seperti:

  • Jeroan;
  • Seafood seperti ikan teri, ikan sarden, ikan haring, remis, ikan cod, scallop, ikan trout dan ikan haddock;
  • Kacang-kacangan; 
  • Minuman beralkohol.

Kalau kamu punya masalah asam urat tetapi tetap ingin makan enak, kadar purin yang rendah dapat ditemukan pada beberapa makanan di bawah ini:

  • Daging seperti daging sapi, ayam, bebek, babi, dan ham
  • Seafood seperti kepiting, lobster, tiram, dan udang.

2. Kadar asam urat yang terlalu tinggi dapat mengendap menjadi batu kristal

Kenali Gejala Asam Urat dan Faktor Risikonya, Gak Cuman Nyeri Sendi freepik.com/@ropisme

Biasanya, setelah mengonsumsi makanan dengan kadar purin tinggi atau rendah, kadar asam urat akan turun dengan sendirinya saat kamu buang air kecil. Namun, saat ekskresi purin terlalu sedikit dan ginjal tak mengurai purin secara optimal, saat itulah hiperurisemia terjadi karena asam urat menumpuk dan mengendap dalam tubuh.

Kadar asam urat yang terlalu tinggi dapat mengendap menjadi batu kristal. Meskipun dapat terbentuk di organ mana pun, paling sering batu asam urat tersebut mengendap di persendian dan ginjal sehingga menyebabkan inflamasi hingga nyeri yang tak tertahankan.

Melansir Healthline, terdapat beberapa faktor risiko penyebab munculnya gangguan asam urat, yaitu:

  • Riwayat asam urat pada keluarga;
  • Kegemukan atau obesitas;
  • Hipertensi;
  • Diabetes melitus;
  • Sindrom metabolik;
  • Penyakit arteri koroner;
  • Penyakit ginjal kronis sehingga penguraian purin tidak maksimal;
  • Konsumsi alkohol yang tinggi;
  • Pola makan tinggi purin;
  • Obat jika kamu pernah menjalani transplantasi organ;
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti diuretik dan aspirin; 
  • Trauma kecelakaan atau baru menjalani operasi.

Baca Juga: 6 Jenis Makanan Ini Bantu Turunkan Kadar Asam Urat, Bikin Tubuh Sehat

3. Sepertiga penderita penyakit asam urat tidak menunjukkan gejala

Kenali Gejala Asam Urat dan Faktor Risikonya, Gak Cuman Nyeri Sendi Info Asam Urat

Melansir Healthline, sebanyak sepertiga penderita penyakit asam urat tidak menunjukkan gejala (asimtomatis).

Walaupun hiperurisemia bukan penyakit, tetapi jika dibiarkan dapat menyebabkan beberapa gangguan pada persendian dan ginjal. Penyakit yang bisa ditimbulkannya antara lain:

Kenali Gejala Asam Urat dan Faktor Risikonya, Gak Cuman Nyeri Sendi freepik.com/@ropisme

Kadar asam urat yang tinggi bisa menyebabkan nyeri sendi (gout artritis). Nyeri juga bisa dipicu bila kadar asam urat tiba-tiba drop. Melansir Harvard Health Publishing, yang mana ini menjelaskan kenapa 30 persen laki-laki dengan gout memiliki kadar asam urat yang normal saat nyeri sendi menyerang.

Walaupun nyeri bisa memengaruhi sendi mana pun di tubuh, tetapi gejala asam urat paling muncul secara perdana di jempol kaki. Selain itu, kaki dan pergelangan kaki, lutut, serta siku juga merupakan lokasi umum yang dihantam nyeri.

Umumnya, gejala asam urat mencakup:

  • Nyeri yang hebat di persendian;
  • Kaku pada persendian;
  • Kesulitan menggerakkan sendi;
  • Sendi berwarna kemerahan dan bengkak; 
  • Bentuk sendi mengalami perubahan.

Serangan asam urat cenderung terjadi secara tiba-tiba, sering kali dialami pada malam hari. Sebuah studi dalam jurnal Arthritis & Rheumatology tahun 2014 mengamati 700 pasien gout dan mencatat waktu nyeri sendi selama setahun. Ditemukan bahwa serangan 250 persen lebih mungkin terjadi antara tengah malam hingga jam 8 pagi, ketimbang siang hari. Ini berlaku untuk semua pasien tanpa memandang jenis kelamin, usia, berat badan, atau penggunaan obat.

Intensitas serangan memuncak sekitar 12-14 jam. Walaupun tidak diobati, serangan asam urat biasanya reda setidaknya dalam 2 minggu. Gejala asam urat pun dapat terbagi menjadi dua: akut dan kronis.

4. Gejala asam urat akut sering terjadi pada malam hari

Kenali Gejala Asam Urat dan Faktor Risikonya, Gak Cuman Nyeri Sendi everydayhealth.com

Nyeri sendi, kemerahan, dan bengkak adalah gejala utama asam urat akut yang paling umum dirasakan. Gejala-gejala tersebut terjadi secara mendadak, sering terjadi pada malam hari. 

Intensitas nyeri akan memuncak dalam 12-24 jam, tetapi sensasi nyut-nyutan yang dirasakan bisa membandel hingga 10 hari.

Saking nyerinya, kamu bisa sampai sulit tidur. Bahkan, sentuhan ringan di pada persendian bisa membuatmu meneteskan sedikit air mata dan bisa membatasi pergerakanmu. Gejala asam urat akut biasanya terjadi hanya pada satu sendi pada satu waktu, terutama pada jempol kaki.

5. Asam urat dapat memengaruhi banyak persendian di seluruh tubuh

Kenali Gejala Asam Urat dan Faktor Risikonya, Gak Cuman Nyeri Sendi pixabay.com/cnick

Nyeri dan inflamasi yang terkait dengan serangan asam urat biasanya akan mereda lalu hilang. Akan tetapi, jika serangan asam urat akut terus dibiarkan berulang, hal tersebut dapat menyebabkan kerusakan yang lebih permanen. Gejala asam urat kronis meliputi:

  • Nyeri sendi;
  • Inflamasi pada sendi;
  • Sendi berubah warna hingga kemerahan dan bengkak;
  • Mobilitas sendi terbatas;
  • Saat asam urat mereda, kulit di sekitar sendi menjadi gatal hingga mengelupas.

Asam urat dapat memengaruhi banyak persendian di seluruh tubuh. Biasanya, serangan asam urat akut pertama terjadi di persendian jempol kaki secara tiba-tiba, terlihat dari jempol kaki yang tampak bengkak dan hangat saat disentuh. Selain jempol kaki, sendi lain yang terkena asam urat meliputi:

  • Pergelangan kaki;
  • Lutut;
  • Jari tangan;
  • Siku;
  • Pergelangan tangan;
  • Tumit;
  • Punggung kaki.
Kenali Gejala Asam Urat dan Faktor Risikonya, Gak Cuman Nyeri Sendi practicalpainmanagement.com

Jika asam urat dirasa sudah mengganggu, saatnya diobati! Biasanya, asam urat dapat diobati dengan:

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS): mengurangi nyeri asam urat;
  • Colchicine: mencegah atau mengobati asam urat, dan ditujukan untuk mereka yang tidak merespons OAINS;
  • Probenecid: menekan kadar asam urat dengan meningkatkan frekuensi buang air kecil dan mencegah timbulnya gejala asam urat.
  • Allopurinol dan febuxostat: mengurangi kadar asam urat dalam darah.

6. Asam urat dengan tophi

Kenali Gejala Asam Urat dan Faktor Risikonya, Gak Cuman Nyeri Sendi verywellhealth.com

Jika kamu membiarkan asam urat selama bertahun-tahun tanpa diobati, maka pengendapan purin dapat menimbulkan tophi, sebuah benjolan keras yang dapat dilihat oleh mata telanjang. Benjolan timbul di sekitar persendian dan di lekukan di bagian atas daun telinga. Timbulnya tophi dapat memperburuk nyeri pada persendian.

Mengobati asam urat beserta tophi sama obatnya dengan gejala-gejala asam urat sebelumnya. Namun, jika dibiarkan, tophi dapat membesar sampai nyembul di kulit dan merusak persendian hingga menekan saraf. Tak jarang, jika sudah parah, maka harus dilakukan operasi penggantian sendi (artroplasti).

7. Batu ginjal bila gejala asam urat yang terlalu tinggi

Kenali Gejala Asam Urat dan Faktor Risikonya, Gak Cuman Nyeri Sendi parenting.orami.co.id

Melansir Medical News Today, munculnya batu ginjal juga adalah salah satu gejala asam urat yang terlalu tinggi! Hal tersebut dikarenakan penguraian purin tidak sempurna, sehingga membentuk batu pada ginjal. Bergantung dari ukuran batu ginjalnya, gejala-gejalanya meliputi:

  • Nyeri punggung bagian bawah yang hebat;
  • Terlihat darah pada urine;
  • Demam;
  • Mual dan muntah;
  • Urine berbau menyengat;
  • Sakit perut.

Jika batu ginjalnya hanya lebih kecil dari 5 mm, dokter biasanya hanya menganjurkan untuk minum banyak air. Jika ukurannya lebih dari itu, maka dokter akan meresepkan obat seperti tamsulosin agar otot saluran kemih lebih relaks, sehingga lebih mudah mengeluarkan batu ginjal. Namun, bila ukuran batu ginjal lebih dari 10 mm, maka operasi diperlukan.

Kenali Gejala Asam Urat dan Faktor Risikonya, Gak Cuman Nyeri Sendi vitamode.com.my

Makanan kaya akan purin seperti daging, seafood, hingga jengkol memang terlihat menggoda. Namun, jika kamu memiliki riwayat asam urat atau memiliki kadar asam urat tinggi pada tubuhmu, jangan sering-sering konsumsi makanan maupun minuman yang tinggi purin dan batasi konsumsinya, agar gejala tak kambuh. Ingat, nyeri dari serangan gout bisa sangat menyiksa!

Cegah dengan menerapkan pola makan sehat bergizi seimbang dan batasi konsumsi makanan yang tinggi purin.

Nah itu ulasan terkait gejala dan risiko asam urat. Ingat jaga kesehatan kamu ya.

Baca Juga: 7 Pantangan Asam Urat yang Harus Dipatuhi, Gak Bikin Kambuh

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya