Comscore Tracker

Jangan Salah Kaprah, Kenali 6 Fakta Gangguan Bipolar

Adakah cara untuk mengobatinya?

Influencer terkemuka di Indonesia, Medina Zein, pada Desember 2019, diringkus kepolisian karena kedapatan mengonsumsi amfetamin. Medina mengungkapkan bahwa dirinya mengidap gangguan bipolar tipe 2.

Pernyataan tersebut membuat publik kembali diingatkan dengan gangguan psikologis ini. Apa sesungguhnya bipolar? Adakah cara untuk mengobatinya? Berikut beberapa fakta tentang gangguan bipolar.

1. Mengenal arti bipolar

Jangan Salah Kaprah, Kenali 6 Fakta Gangguan Bipolarnami.org

Bipolar mempunyai arti “dua kutub yang berbeda”, digunakan untuk melukiskan keadaan mental seseorang yang bisa berubah secara dramatis sewaktu-waktu. Bagaikan ombak, penderita bipolar sewaktu-waktu dapat merasakan kesenangan yang tinggi dan kesedihan yang dalam.

Biasanya, dewasa muda berumur 25 tahun mulai menunjukkan gejala bipolar. Namun, remaja masa kini juga tidak luput. Di Amerika Serikat, 2.6 persen populasinya mengidap bipolar dan 83 persen dari kasus yang ada tergolong “parah”.

2. Apa saja gejala gangguan bipolar?

Jangan Salah Kaprah, Kenali 6 Fakta Gangguan Bipolarverywellmind.com

Seperti yang diungkapkan di atas, gangguan bipolar dapat diidentifikasi. Penderita bipolar akan menunjukkan perubahan mood dramatis sewaktu-waktu. Akan tetapi, gejala-gejala ini juga bisa bersifat laten untuk waktu yang lama, ibarat bom waktu.

Jika sudah parah, gangguan bipolar menyebabkan halusinasi atau delusi yang berbanding lurus dengan perasaan sang penderita. Oleh karena itu, masyarakat sering salah kaprah antara perbedaan bipolar dan schizophrenia.

3. Mengalami beberapa tahap mania atau hipomania

Jangan Salah Kaprah, Kenali 6 Fakta Gangguan Bipolarpsychiatryadvisor.com

Penderita bipolar setidaknya mengalami beberapa tahap mania atau hipomania. Hipomania ini hampir mirip dengan perasaan bahagia pada umumnya tanpa bersifat psikosis. Dalam tahap hipomania, mereka terlihat seperti orang biasa dan dapat berinteraksi sosial. Namun, tidak jarang beberapa orang tidak memasuki tahap mania atau hipomania.

Jangan diremehkan! Perasaan mania ini akan terus naik sampai ke tahap di mana perasaan tidak terkontrol, menjadi cepat marah, dan tidak dapat membuat keputusan. Di saat ini, biasa penderita mengambil tindakan semena-mena dan berisiko tinggi.

Di keadaan mania, penderita bipolar tidak sadar akan akibat perbuatannya. Bahkan, tidak jarang pikiran bunuh diri timbul saat berada di keadaan mania.

Baca Juga: 11 Hal yang Diinginkan Penderita Gangguan Bipolar untuk Kamu Ketahui

4. Siklus depresi adalah yang paling bawah

Jangan Salah Kaprah, Kenali 6 Fakta Gangguan Bipolarhopetocope.com

Siklus depresi adalah siklus “terbawah” dari gangguan bipolar. Dalam keadaan mental ini, penderita bipolar begitu sedih hingga kadang tak mau bangkit dari tempat tidur. Beberapa penderita tidak bisa tidur dalam siklus depresi; beberapa tidur untuk waktu yang lebih lama.

Saat berada di siklus depresi, penderita susah mengambil keputusan, bahkan untuk apa yang hendak ia makan. Dihantui oleh rasa takut, gagal, putus asa, dan/atau kehilangan. Siklus ini paling sering mengarah ke insiden bunuh diri.

5. Cara mengobati bipolar (dengan obat)

Jangan Salah Kaprah, Kenali 6 Fakta Gangguan Bipolargre.ac.uk

Jika sudah terpaksa, terdapat tiga pengobatan untuk bipolar: stabilisator, antipsikotik, dan antidepresan. Biasanya, obat-obat ini dikonsumsi sambil mengikuti psikoterapi. Obat yang paling sering digunakan adalah litium karbonat dan asam valproat (Depakote).

Litium karbonat diminum untuk menanggulangi status mania. Obat ini lebih efektif untuk mengobati mania daripada depresi; tapi, terkadang juga dikonsumsi dengan antidepresan untuk mengobati depresi. Sementara itu, Depakote efektif untuk mengobati fase campuran atau gejala awal bipolar.

Namun, obat-obatan ini tidak boleh digunakan secara berlebihan atau akan bersifat racun. Oleh karena itu, tes darah dan tes klinis perlu dilakukan secara rutin. Karena penderita bipolar mempunyai tingkat keparahan yang berbeda-beda, terkadang psikolog harus bereksperimen dengan memberikan dosis yang berbeda.

6. Cara mengobati bipolar (tanpa obat)

Jangan Salah Kaprah, Kenali 6 Fakta Gangguan Bipolarthescienceofpsychotherapy.com

Bipolar "sebenarnya" dapat dilawan tanpa obat untuk mencegah ketergantungan. Untuk menangani siklus mania, penderita atau orang terdekat harus mempelajari tahap tertinggi “mania” untuk mencegah keputusan yang fatal. Ciptakan lingkungan yang tenang untuk penderita bipolar. Usahakan untuk cukup tidur agar tidak mengalami gejala lanjutan.

Terlepas dari stigma masyarakat terhadap gangguan psikologis, jangan ragu meminta bantuan psikolog. Psikolog akan merekomendasikan psikoterapi yang melibatkan terapi kelompok, terapi keluarga, terapi perilaku, dan terapi interpersonal. Psikoterapi terbukti mempercepat proses pemulihan agar bisa berfungsi kembali di masyarakat.

Jika penderita bipolar sudah tidak merespons terhadap obat, electroconvulsive therapy (ECT) juga menjadi opsi akhir, terlebih bagi ibu hamil. Ditentang pada 1960an karena gambaran negatif media, ECT terbukti aman dan efektif bagi penderita bipolar yang mencapai tahap “ingin bunuh diri”.

Sebelum menjalani ECT, pasien dibius dan diberi zat penenang otot. Lalu, aliran listrik dialiri ke elektroda pada kulit kepala selama satu menit untuk menciptakan sensasi kejang tonik klonik.

ECT memerlukan 6 sampai 12 perawatan, tiga kali seminggu. Selama menjalani ECT, pasien bipolar direkomendasikan meminum litium dan stabilisator setelah masa-masa ECT usai.

Nah itu beberapa fakta tentang gangguan bipolar. Semoga bermanfaat sehingga tidak lagi salah kaprah dalam memahaminya.

Baca Juga: Kamu Penderita Bipolar? Jangan Putus Asa, Ini 7 Cara Mengatasinya

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya