Comscore Tracker

Bangun Tidur Bawaannya Pengin Uring-uringan, Awas Kena Sleep Inertia

Siapa nih yang kayak gini?

Tujuannya tidur adalah untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran agar ketika bangun kembali bugar. Tetapi ada nih yang bangun tidur bawaannya lemas, jengkel, uring-uringan, atau merasa kesulitan untuk bangun. Waspada sleep inertia atau tidur inertia ya. Itu termasuk tanda-tandanya. 

Apa bahayanya buat tubuh? Berikut fakta-fakta sleep inertia yang harus kamu ketahui:

Baca Juga: 7 Alasan Lidah Terasa Pahit Ketika Bangun Pagi, Indikasi Ada Penyakit

1. Tidur siang terlalu lama bisa menimbulkan sleep inertia

Bangun Tidur Bawaannya Pengin Uring-uringan, Awas Kena Sleep Inertiaunsplash.com/Kinga Cichewicz

Menurut artikel “Sleep Medicine Reviews”, sleep inertia digambarkan sebagai transisi antara tidur dan bangun yang ditandai dengan gangguan psikomotor, penurunan kognitif, dan keinginan untuk kembali tidur.

Penjelasan lainnya, sleep inertia adalah kondisi kamu tiba-tiba terbangun dari fase tidur rapid eye movement (REM), yaitu fase ketika kamu mimpi dan tubuh tengah memperbaiki diri.

Kalau dalam fase itu tiba-tiba terbangun, umumnya kamu butuh waktu untuk 'mengumpulkan nyawa' sebelum mulai beraktivitas. Berapa lama waktubyang wajar untuk mengumpulkan nyawa? Tiap orang bisa berbeda-beda. Namun menurut studi, sleep inertia bisa hilang 15 menit, 30 menit, bahkan ada yang sampai 1 jam setelah bangun tidur.

Gejala sleep inertia meliputi rasa kantuk, pusing, dan sulit konsentrasi. Pada masa ini, kamu bakal kesulitan untuk mengambil keputusan, melakukan kegiatan yang sifatnya kompleks, grogi secara mental, atau keinginan kuat untuk tidur lagi.

Sleep inertia juga bisa terjadi kalau kamu tidur siang terlalu lama, lebih dari 20 menit). Efeknya bisa mengacaukan aktivitas. Misalnya menumpahkan minuman, tersandung, bahkan bisa menyebabkan kecelakaan yang membahayakan nyawa.

2. Kenapa kamu bisa mengalami sleep inertia?

Bangun Tidur Bawaannya Pengin Uring-uringan, Awas Kena Sleep Inertiaunsplash.com/Charles Deluvio

Menurut studi dalam jurnal “Nature and Science of Sleep” tahun 2019, ada beberapa kemungkinan penyebab sleep inertia. Yaitu terjadinya reaktivasi otak yang lebih lambat dan aliran darah melambat di otak setelah bangun tidur, serta tingkat gelombang data yang lebih tinggi.

Melansir PsyPost, penurunan kinerja kognitif selama sleep inertia berhubungan dengan peningkataan aktivitas gelombang otak delta. Ini diperkuat dengan penelitian dalam jurnal "NeuroImage" tahun 2019, yang menjelaskan kaitan antara sleep inertia dan penurunan kinerja kognitif.

Baca Juga: Selain Insomnia, Ini 6 Gangguan Tidur yang Perlu Kamu Waspadai  

3. Hampir 42 pwrsen remaja mengalami sleep inertia menurut studi

Bangun Tidur Bawaannya Pengin Uring-uringan, Awas Kena Sleep Inertiaunsplash.com/Adi Goldstein

Menurut studi dalam jurnal “Sociedad Espanola de Medicina de Familia y Comunitaria” tahun 2014, diperkirakan sleep inertia dialami oleh 42 persen remaja, meski gejala kebingungan akan berkurang seiring bertambahnya usia.

Selain itu, berdasarkan studi “Chronobiology International” tahun 2002, tidak ada perbedaan signifikan antara sleep inertia pada perempuan maupun laki-laki.

4. Apakah kita harus khawatir?

Bangun Tidur Bawaannya Pengin Uring-uringan, Awas Kena Sleep InertiaUnsplash.com/Tatiana Rodriguez

Sleep inertia dianggap tidak wajar bila sering mengalaminya dan gejala yang muncul berlangsung lama dan/atau parah. Kamu bisa konsultasi ke dokter ahli dalam bidang gangguan tidur, atau ke ahli kejiwaan.

Nanti akan dicari tahu kondisi apa yang mendasarinya. Bisa saja terjadi akibat tekanan, depresi, kerja sistem shift, mungkin efek samping dari obat-obatan yang dikonsumsi, atau gangguan tidur lainnya. Selain itu, tes polisomnografi juga mungkin bisa dilakukan.

5. Cara mencegah sleep inertia

Bangun Tidur Bawaannya Pengin Uring-uringan, Awas Kena Sleep InertiaUnsplash.com/Alexandra Gorn

Melansir Healthline, ada cara mencegah terjadinya sleep inertia. Biar ketika bangun tidur, tubuhmu lebih bugar:

  • Luangkan waktu untuk tidur siang tidak lebih dari 20 menit
  • Atur ulang jadwal tidur agar lebih berkualitas
  • Setelah bangun tidur, pastikan kamu terpapar sinar matahari. Jadi, langsung membuka jendela kamar setiap pagi
  • Tidak melihat perangkat elektronik 30 menit sebelum tidur dan atur ke mode diam (silent)
  • Hindari makan malam mendekati waktu tidur
  • Buat lingkungan kamar sejuk dan penerangan redup
  • Tidak minum minuman berkafein atau beralkohol sebelum tidur.

Itulah fakta-fakta sleep inartia. Terbilang wajar sih, tetapi kalau sering terjadi, cukup mengganggu juga. Sebaiknya konsultasi ke dokter kalau merasa kondisinya semakin parah.

Baca Juga: 7 Cara Efektif Agar Makin Berenergi Setelah Bangun Tidur 

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Indriyani di IDN Times Community dengan judul Bangun Tidur Lemas, Jengkel, atau Uring-uringan? Waspada Sleep Inertia

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya