Comscore Tracker

Jangan Lakukan Ini! 5 Hal yang Memperparah Penyebaran Virus Corona

Yuk semeton Bali, kita setop kebiasaan ini

Pertengahan Maret ini, terhitung sudah hampir tiga bulan dunia bertarung melawan virus corona baru (COVID-19) yang diduga berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok Tengah. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona atau COVID-19, Achmad Yurianto, mengumumkan data terbaru jumlah pasien positif virus corona di Indonesia kini totalnya menjadi 117 pasien.

Masyarakat diminta untuk saling bahu membahu mencegah terjadinya penyebaran yang semakin meluas. Berikut ini lima kesalahan kecil namun fatal yang menyebabkan COVID-19 justru terus meluas. 

1. Tidak memeriksakan diri saat gejala sudah muncul

Jangan Lakukan Ini! 5 Hal yang Memperparah Penyebaran Virus Coronatimesofindia.indiatimes.com

Hal pertama yang membuat penyebaran semakin meluas adalah jika penderitanya takut untuk berobat ke rumah sakit (RS) rujukan COVID-19.

Clinical Professor bidang penyakit menular di Stanford Medicine, Dr. Stanley Deresinski, mengatakan bahwa penularan COVID-19 selalu dimulai jika seseorang tertular tidak berobat atau mengisolasi diri. Mereka malah membuat kontak fisik dengan orang lain, sehingga semakin menyebarkan COVID-19.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat menyarankan jika kamu memiliki gejala demam, merasa lemah, dan sesak napas segera periksakan diri ke RS rujukan COVID-19 atau isolasi diri sendiri di rumah hingga keadaan membaik. Dengan begitu tidak membahayakan sekitarmu dan dirimu sendiri. Jika perlu dan memungkinkan, bawa pekerjaanmu ke rumah.

2. Lebih percaya teori hoaks daripada pernyataan resmi

Jangan Lakukan Ini! 5 Hal yang Memperparah Penyebaran Virus Coronamirror.co.uk

Sudah ratusan hoaks dan misinformasi mengenai COVID-19 tersebar. Namun fakta-fakta dari tenaga medis dan pernyataan resmi juga cepat sigap membantah hoaks-hoaks tersebut.

Jika kamu masih termakan dengan hoaks-hoaks tersebut, segera berbalik dari jalan tersebut. Ketakutan yang disebabkan oleh hoaks-hoaks tersebut malah akan membuatmu tidak bisa berpikir jernih dan salah mengambil keputusan.

Salah satu hoaks yang menyesatkan adalah COVID-19 merupakan "penyakit ringan yang tidak mematikan". Terdengar optimis, kan? Hal tersebut malah membuat mereka yang terinfeksi jadi "percaya diri" dan tidak mau memeriksakan diri.

Hasilnya? Balik lagi ke poin pertama. Selain itu, lebih baik untuk percaya dengan pernyataan medis yang benar-benar sudah resmi dibandingkan pesan-pesan WhatsApp yang tidak diketahui asal-usulnya.

Baca Juga: Flu Spanyol, Pandemik Serupa Virus Corona yang Menyerang 1 Abad Lalu

3. Mencari pengobatan alternatif

Jangan Lakukan Ini! 5 Hal yang Memperparah Penyebaran Virus CoronaIlustrasi bawang putih di pasar (IDN Times/Shemi)

Kamu tentu sudah pernah mendengat pernyataan ini, "Oh, vitamin C ampuh untuk sembuhkan COVID-19!" Atau "Bawang putih usir COVID-19!" Sayang sekali, yang kamu dengar adalah hoaks!

Hingga saat ini, CDC dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menemukan obat dan vaksin pasti untuk COVID-19. Kalau lembaga kelas dunia tersebut saja belum menemukan, kenapa kamu percaya rumor yang segera hilang diterpa angin?

Mungkin, obat-obatan herbal tersebut hanya meringankan gejala, bukan menyembuhkan COVID-19. Lagi pula tidak ada dasar ilmiah obat herbal dapat sembuhkan COVID-19.

"Untuk meningkatkan daya ketahanan tubuh?"

Oke, itu bisa. Tapi, kalau untuk menyembuhkan, belum ada, ya.

Jika kamu mendapat pesan senada, segera cari faktanya. Jikalau WHO atau CDC sudah mendapatkan vaksin atau obat untuk COVID-19, tidak mungkin akan mereka sembunyikan!

Apa yang kamu lakukan jika ternyata informasi yang kamu dapatkan bohong? Jangan forward! Segera "delete chat". Jangan sampai block, kecuali memang kamu sudah mempertimbangkannya. Yang penting, ingatkan orang yang memberikan pesan tersebut.

Dr. Deresinski sekali lagi mengingatkan, daripada minum obat herbal atau mencari pengobatan alternatif, lebih baik segera periksakan diri ke dokter. Demi kamu dan orang di sekitarmu juga, biar cepat sembuh dan tidak menularkan.

4. Tidak menjaga kebersihan

Jangan Lakukan Ini! 5 Hal yang Memperparah Penyebaran Virus Coronasouthernhealth.nz

Hal ke-4 yang dapat membuat COVID-19 semakin menjamur adalah jika kamu tidak menjaga kebersihan. Kamu bisa menemukan panduannya di berbagai tempat. Namun, akan kami ingatkan kembali di sini ya.

Berikut panduan menjaga kebersihan saat penyebaran COVID-19 menurut CDC:

  • Cuci tangan dengan air dan sabun atau dengan alkohol 60 persen,
  • Hindari menyentuh mata, hidung, atau mulut,
  • Gunakan tisu untuk menutup bangkis atau bersin. Buang tisunya, dan lakukan langkah 1 dan 2,
  • Sterilisasi peralatan dan perabotan rumah, dan
  • Gunakan masker jika menunjukkan gejala COVID-19 atau merawat pasien COVID-19.

Menurut penelitian yang dimuat pada American Journal of Public Health pada 2008, menjaga kebersihan di saat penyebaran penyakit dapat menurunkan kemungkinan tertular hingga 21 persen.

5. Menimbun masker secara berlebihan

Jangan Lakukan Ini! 5 Hal yang Memperparah Penyebaran Virus Coronaen.tempo.co

Mengutip pernyataan kami di nomor 2, percaya dengan hoaks membuatmu paranoid sehingga membuat keputusan yang salah dan di luar nalar sehat.

Salah satu keputusan yang salah dan dapat memperluas penyebaran COVID-19 adalah budaya menimbun masker! Hal tersebut membuat dunia di ambang krisis masker karena yang membutuhkan justru tidak dapat. Keterlaluan kan?! Jangan pernah lagi lakukan hal seperti ini.

Menyundul kembali cuitan Wakil Laksamana Jerome Adams untuk Korps Dinas Kesehatan Publik Amerika Serikat (PHSCC), membeli masker jika tidak perlu malah membuat tenaga medis dan yang membutuhkan tidak kebagian. Hasilnya? COVID-19 malah menyebar luas karena mereka yang seharusnya menggunakan masker justru tidak mendapatkannya.

 

Perlu diketahui juga bahwa masker yang kita beli pada umumnya (masker operasi) hanya menutup hidung dan mulut (itupun tidak sepenuhnya), sementara mata tidak tertutup. Lagipula, masker operasi tidak dapat melindungimu dari partikulat virus COVID-19.

Jadi, masker tipe apakah yang bisa menangkal COVID-19? Masker N95-lah yang bisa. Kalau sudah tahu jenis masker yang efektif, maka tidak ada gunanya untuk menimbun!

Dokter Kepala UGD Lenox Hill Hospital, Dr. Robert Glatter, mengatakan masker N95 hanya direkomendasikan untuk petugas medis yang memang merawat pasien COVID-19 atau pasien suspect dan positif COVID-19.

Itulah lima hal yang dapat menghambat usaha pemerintah dan tenaga medis menghentikan penyebaran COVID-19. Yuk, lebih peka pada keadaan sekitar demi penanggulangan COVID-19

Baca Juga: WHO Umumkan Virus Corona Resmi Pandemi, Ini 7 Tanda Penyakit Pandemik

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya