Comscore Tracker

5 Fakta Henti Jantung Mendadak, Diduga Penyebab Didi Kempot Meninggal

Berbeda dengan serangan jantung

Data-data kesehatan menunjukkan permasalahan jantung selalu berada di urutan 10 besar pembunuh manusia. Permasalahan jantung ini pula yang diduga menjadi masalah yang dialami oleh musisi legenda Indonesia, Didi Kempot yang meninggal dunia pada Selasa pagi (5/5) di RS Kasih Ibu Solo. 

Berdasarkan kronologi yang diceritakan oleh tenaga medis yang menangani penyanyi dengan gelar “The Godfather of Broken Heart” itu, jantungnya berhenti mendadak ketika dibawa ke rumah sakit. Diagnosis awal mengarah dengan dugaan Didi Kempot mendapatkan henti jantung mendadak (HJM). Apa dan bagaimana HJM bisa terjadi?

1. HJM terjadi akibat terganggunya fungsi jantung

5 Fakta Henti Jantung Mendadak, Diduga Penyebab Didi Kempot Meninggalhealth.clevelandclinic.org

HJM memiliki nama lain sudden cardiac arrest. Dalam penjelasan Mayo Clinic, HJM dideskripsikan sebagai hilangnya fungsi jantung yang menyebabkan hilang kesadaran dan kesusahan bernapas. Umumnya kondisi tersebut datang akibat adanya gangguan elektrik di jantung hingga pemompaan darah di sana menjadi tidak stabil dan darah tidak dapat disalurkan ke seluruh tubuh.

Data dari Kementerian Kesehatan pada 2014 menyebutkan setidaknya ada 10 ribu orang yang mendapatkan HJM tiap tahunnya. Jika dibagi kembali, setidaknya selalu 27 kasus tiap hari. Itu menjadikan HJM sebagai permasalahan kesehatan yang harus diwaspadai.

2. HJM berbeda dengan serangan jantung

5 Fakta Henti Jantung Mendadak, Diduga Penyebab Didi Kempot Meninggaltodayonline.com

Melihat kondisinya, orang selalu mengira HJM serupa dengan serangan jantung. Kenyataannya kedua masalah itu berbeda satu sama lain. Dalam artikel heart.org, disebutkan serangan jantung lebih mengarah kepada kasus tersumbatnya darah menuju jantung, sedangkan HJM disebabkan terganggunya fungsi elektrik jantung hingga jantung berhenti mendadak.

Memang kedua kondisi ini memiliki keterkaitan satu sama lain. HJM bisa terjadi sesaat setelah menerima serangan jantung. Itu artinya penderita serangan jantung memiliki risiko tinggi mendapatkan HJM. Namun ketika HJM terjadi, belum tentu penyebabnya serangan jantung.

Baca Juga: Jarang Disadari, 6 Kebiasaan Sepele Ini Bisa Merusak Kesehatan Jantung

3. Permasalahan jantung adalah penyebab utama terjadinya HJM

5 Fakta Henti Jantung Mendadak, Diduga Penyebab Didi Kempot Meninggalperfecthealthytips.net

Mayo Clinic menuliskan HJM juga bisa disebabkan karena penyakit jantung koroner, pembesaran jantung atau kardiopati, kebocoran pembuluh darah, cacat jantung yang memang sudah dimiliki sejak kecil hingga gangguan listrik di jantung.

Banyak hal yang membuat risiko HJM semakin tinggi. Mulai dari gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok dan obesitas, penyakit diabetes, umur, hingga gangguan tidur dan penggunaan obat-obatan. HJM juga bisa terjadi karena genetik. Itu artinya HJM dapat diturunkan oleh orangtuamu.

4. Gejala masalah ini tidak bisa dikenali oleh penderitanya secara langsung

5 Fakta Henti Jantung Mendadak, Diduga Penyebab Didi Kempot Meninggalnationalpost.com

Karena begitu mendadak dan menyebabkan penderitanya tidak sadar, sering kali gejala HJM tidak bisa diketahui atau disadari. Gejala yang jelas adalah kehilangan kesadaran dan pingsan.

Ketika dicek denyut nadi dan pernapasannya, sang penderita tidak akan menunjukkan kedua hal tersebut. Dalam beberapa situasi, penderita HJM bisa mendapatkan tanda-tanda seperti rasa tidak nyaman di dada, napas pendek, lemas, hingga jantung berdebar.

5. Penanganan utama hanya dengan segera menghubungi petugas kesehatan dan melakukan CPR

5 Fakta Henti Jantung Mendadak, Diduga Penyebab Didi Kempot Meninggalmedicalnewstoday.com

Tidak ada cara pasti untuk menghindari masalah HJM. Mayo Clinic hanya bisa menyarankan untuk segera memanggil petugas kesehatan untuk menangani ini. Lebih dari itu, jika sudah benar-benar terdesak, maka yang bisa dilakukan adalah melakukan CPR untuk membantu pernapasan sang korban. Memang susah jika pelaku CPR tidak terlatih, tetapi lebih baik melakukannya daripada tidak sama sekali.

Mengingat serangan HJM begitu mendadak dengan tanpa tanda-tanda yang pasti, demi mengurangi risiko sebaiknya kamu selalu menjaga kesehatan jantung dan melakukan gaya hidup sehat. Istirahat dan beraktivitaslah secukupnya.

Baca Juga: Dari Manfaat Tidur hingga Jantung, Ini Fakta Ilmiah Mandi Air Hangat

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya