Comscore Tracker

5 Makanan Khas Bali Saat Galungan dan Kuningan, Lawar Paling Ditunggu

Selamat menyiapkan Galungan semeton Bali

Umat Hindu di Indonesia, terutama di Bali, akan merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan pada tanggal 16 September 2020. Tanggal 19 Februari 2020 lalu, umat Hindu Bali juga merayakan Galungan dan Kuningan. Kenapa bisa dua kali merayakannya?

Sekadar diketahui, Galungan dan Kuningan memakai sistem wuku. Wuku di Bali ada 30. Satu wuku lamanya tujuh hari. Sehingga 30 wuku x 7 hari = 210 hari. Dari 210 hari : 30 hari (Kalender masehi) = 7 bulan. Sehingga perayaan ini dilakukan setiap tujuh bulan sekali berdasarkan kalender masehi.

Tak hanya Galungan dan Kuningan saja. Hal ini berlaku juga untuk Hari Raya Saraswati, dan otonan yang dilakukan setiap tujuh bulan sekali berdasarkan kalender masehi.

Perayaan ini dimaknai sebagai perayaan kemenangan kebajikan (dharma) melawan kebatilan (adharma). Sepertinya kita harus mengingat kembali bagaimana filosofi Hari Raya Galungan itu sendiri. Harapannya agar umat bisa memaknai perayaan ini lebih mendalam, sehingga bisa menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.

Memang sedikit berbeda untuk Galungan dan Kuningan sekarang. Sebab seluruh umat Hindu terkena imbas dari berbagai sisi semenjak ada pandemik COVID-19. Ada yang tidak bisa pulang kampung karena khawatir membawa virus ke rumah, hingga merayakan dengan sajian persembahan secara sederhana. Meski begitu, ada makanan-makanan khas yang umum dijadikan selama Galungan. Berikut daftarnya:

Baca Juga: Mitologi Hari Raya Galungan, Melawan Raja Sombong yang Ingin Disembah

1. Membuat lawar dari babi, ayam, kerbau, atau bebek sebagai simbol kebersamaan dan gotong royong

5 Makanan Khas Bali Saat Galungan dan Kuningan, Lawar Paling DitungguIDN Times/Ni Ketut Sudiani

Lawar ini biasanya jadi tradisi di Bali. Namanya ngelawar, yaitu tradisi umat Hindu Bali sebagai simbol kebersamaan dan gotong royong. Bukan dikerjakan oleh perempuan, tradisi ini dikerjakan seluruh anggota keluarga mulai anak-anak hingga dewasa berjenis kelamin pria. Sedangkan anggota keluarga perempuan membuat banten atau sesaji.

Lawar terdiri dari sayuran dan daging yang dicincang. Bisa berupa babi, bebek, ayam, atau kerbau. Namun yang paling unik adalah lawar komoh, yaitu lawar yang dicampur bersama darah dari hewan tersebut.

Baca Juga: Pemprov Bali Tak Rekomendasikan Konsumsi Lawar Darah Mentah Babi

2. Kudapan khas Bali yang manis legit bernama jaje uli

5 Makanan Khas Bali Saat Galungan dan Kuningan, Lawar Paling Ditunggukooliner.com

Jaje (Bahasa Indonesianya adalah kue atau jajan) uli merupakan camilan yang rasanya manis legit. Jaje uli tidak pernah absen disajikan ketika Galungan. Kudapan khas Bali ini berbahan dasar dari ketan dan tepung beras. Ada dua macam, tetapi tergantung dari cara pembuatannya.

Misalnya untuk jajanan kering. Biasanya kukusan ketan dan tepung beras akan dipipihkan. Makanan ini kerap disajikan di berbagai acara spesial Bali. Meski begitu, kamu bisa membelinya setiap waktu, tanpa harus menunggu momen spesial.

Baca Juga: 4 Makna Hari Raya Galungan dan Kuningan, Saatnya Introspeksi Diri

3. Tape ketan yang dibuat tiga hari sebelum Galungan

5 Makanan Khas Bali Saat Galungan dan Kuningan, Lawar Paling Ditungguinstagram.com/bio7.official

Kudapan berikutnya adalah tape yang terbuat dari ketan atau injin (Beras hitam). Biasanya proses pembuatannya dilakukan di hari ke-3 sebelum Galungan. Saat itu, umat Hindu biasanya melakukan penyekaban atau fermentasi tape. Kudapan tape ketan umumnya dipakai untuk sesaj yang diletakkan pada sodan atau punjungan.

Baca Juga: 5 Kegiatan Khas Umat Hindu Bali Saat Merayakan Galungan

4. Penampahan atau menyembelih hewan babi, ayam atau bebek

5 Makanan Khas Bali Saat Galungan dan Kuningan, Lawar Paling DitungguFoto hanya ilustrasi. (IDN Times/Ayu Afria)

Tradisi ini biasanya dilakukan sehari sebelum Galungan. Hewan tersebut akan dipotong secara massal untuk melengkapi kegiatan ritual, sebelum diolah menjadi berbagai makanan khas Bali. Setelah dipotong, daging tersebut akan diolah sesuai selera.

Tapi umumnya daging babi akan diolah menjadi lawar, balung, urutan, dan lainnya. Selain lawar, urutan menjadi makanan yang kerap dipilih masyarakat Hindu Bali, karena bisa bertahan lama hingga perayaan Kuningan, 10 hari setelah Galungan.

Baca Juga: [OPINI] Ritual dan Ujian Ketulusan Bali di Tengah Gempuran Pandemik

5. Buah-buahan yang dipersembahkan sebagai wujud syukur kepada Tuhan

5 Makanan Khas Bali Saat Galungan dan Kuningan, Lawar Paling DitungguInstagram.com/gus_dedikk

Tidak ada peraturan paten untuk menentukan buah apa saja yang harus disajikan sebagai sesaji. Umumnya umat Hindu Bali akan memakai buah mangga, pisang, salak, anggur, apel, dan jambu. Buah ini kemudian disusun menjadi gebogan dan disunggi oleh perempuan Bali, sebagai wujud syukur kepada Tuhan.

Masing-masing buah sebenarnya memiliki makna tersendiri. Misalnya pisang yang berarti tidak akan mati sebelum berbuah. Ada bagian kata "sang", yang memiliki arti dihormati. Maka tak heran bila kamu menemukan banyak masyarakat di Bali yang menanam buah pisang.

Itulah daftar makanan khas Bali selama Galungan dan Kuningan. Selamat merayakan Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan ya. Semoga menemukan kerahayuan, kedamaian dan hati menjadi bersih serta suci kembali.

Baca Juga: Anugerah Tuhan, Inilah Makna Gebogan yang Disunggi Perempuan Bali

Topic:

  • Irma Yudistirani

Berita Terkini Lainnya