Comscore Tracker

Terjun Drastis! Airbus Rugi Rp17 Triliun dan Akan PHK 15 Ribu Pekerja 

Pandemik COVID-19 membuat industri penerbangan anjlok

Jakarta, IDN Times – Airbus, perusahaan pembuat pesawat terbang Eropa tahun lalu mencatatkan kerugian hingga lebih dari 1 miliar euro atau lebih dari Rp17 triliun. Pada Kamis (18/2/2021), perusahaan mengumumkan akan terus menahan pembayaran pemegang saham. Diketahui bahwa pengiriman pesawat turun sepertiga dari volume sebelumnya.

“Masih banyak ketidakpastian untuk industri karena pandemik terus berdampak pada kehidupan, ekonomi, dan masyarakat,” kata Guillaume Faury, kepala eksekutif Airbus saat mengumumkan hasil tahunan Airbus.

Airbus telah memperingatkan bahwa industri pesawat akan tetap di bawah tekanan pada tahun 2021 ini. Pandemik COVID-19 membuat perekonomian menjadi tidak pasti dan masyarakat dihadapkan pada ketidakpastian.

Baca Juga: Fakta-fakta Unik Peluncuran Airbus A330-900neo Garuda Indonesia

1. Airbus hanya mengirimkan 566 pesawat komersial pada tahun 2020

Terjun Drastis! Airbus Rugi Rp17 Triliun dan Akan PHK 15 Ribu Pekerja twitter.com/designboom

Airbus hanya mengirimkan 566 pesawat komersial pada tahun 2020. Jumlah itu turun tajam dari 863 pada tahun sebelumnya.

Pada 2021 ini, perusahaan telah memprediksi akan mengirimkan jumlah pesawat yang sama dengan tahun 2020.

2. Kerugian bersih perusahaan mencapai 1,13 miliar euro untuk tahun 2020

Terjun Drastis! Airbus Rugi Rp17 Triliun dan Akan PHK 15 Ribu Pekerja Denda sebesar 95 euro bagi siapa saja yang melanggar jam malam. pexels.com/Pixabay

Penurunan pengiriman pesawat menyebabkan pendapatan di Airbus turun 27 persen menjadi 49,9 miliar euro tahun lalu. Ini menyebabkan kerugian bersih perusahaan mencapai 1,13 miliar euro untuk tahun 2020.

Laporan keuangan yang suram seperti ini juga pernah terjadi pada 2019, ketika Airbus mencatatkan kerugian 1,36 miliar euro. Kerugian tersebut terjadi setelah perusahaan dipaksa membayar denda yang memecahkan rekor sebesar 3 miliar pound karena kedapatan membayar suap untuk kontrak tanah di 20 negara.

Baca Juga: Mercedes hingga Airbus Berlomba Produksi Ventilator yang Langka

3. Airbus akan menghadapi krisis paling parah dalam sejarah

Terjun Drastis! Airbus Rugi Rp17 Triliun dan Akan PHK 15 Ribu Pekerja Ilustrasi PHK (IDN Times/Arief Rahmat)

The Guardian melaporkan bahwa Airbus juga memiliki rencana untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Pada musim panas lalu Airbus mengatakan akan menghadapi krisis paling parah dalam sejarahnya karena pandemik. Oleh karena itu, perusahaan berencana memangkas sebanyak 15 ribu pekerja, termasuk 1.700 pekerja di Inggris.

Sebagian besar PHK tersebut akan terjadi di Airbus dan pabrikan mesin Rolls-Royce, yang juga telah melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap ribuan pegawainya.

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya