Comscore Tracker

Naik Garuda Indonesia saat New Normal, Semua Serasa di Business Class

Harganya pun kemungkinan akan jadi lebih mahal

Jakarta, IDN Times - Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, mengungkapkan masyarakat yang akan bepergian menggunakan pesawat di masa new normal atau normal baru akan merasakan layaknya terbang di kelas bisnis. 

"Anda ke depan naik Garuda Indonesia semua rasa business class, bisa melenggang kaki kanan, kiri, segala macam," kata Irfan dalam konferensi pers daring, Jumat (5/6).

1. Harga akan jadi lebih mahal

Naik Garuda Indonesia saat New Normal, Semua Serasa di Business ClassEconomy Class Pesawat Garuda Airbus A330-900neo (IDN Times/Kevin Handoko)

Namun tiket penerbangan di masa normal baru kemungkinan akan lebih mahal karena keterisian pesawat yang hanya bisa diisi setengah dari waktu normal.

"Ada implikasi finansial, karena ada tempat yang tidak bisa kita jual sehingga tidak bisa terisi," ujar Irfan.

2. Minta pengertian penumpang

Naik Garuda Indonesia saat New Normal, Semua Serasa di Business ClassEconomy Class Pesawat Garuda Airbus A330-900neo (IDN Times/Kevin Handoko)

Irfan menilai mengatakan menaikkan harga memang keputusan sulit dan banyak penumpang yang mungkin tidak akan menerima. Namun ia amat berharap pengertian penumpang karena situasi di masa pandemik COVID-19 ini sungguh berbeda.

"Kita semua korban pandemik ini dan akan minta pengertian penumpang kalau kita naikin semata-semata itu karena situasi," katanya.

3. Jangan sampai biaya untuk kesehatan lebih mahal dari biaya terbang

Naik Garuda Indonesia saat New Normal, Semua Serasa di Business ClassIlustrasi tes swab. (IDN Times/Mia Amalia)

Irfan juga menyinggung masalah tes PCR sebagai syarat bagi penumpang sebelum mereka melakukan perjalanan menggunakan transportasi umum. Aturan ini tertera dalam Surat Edaran Gugus Tugas Nomor 5 Tahun 2020 tentang penanganan COVID-19.

Ia berharap agar tes PCR tidak lebih mahal dari harga tiket pesawat agar tidak membebani penumpang.

"Jangan sampai biaya untuk kesehatan lebih mahal dari biaya terbang. Dan Garuda sepakat akan terbang dengan distancing. Jadi di tengah akan kita kosongkan," katanya.

Baca Juga: Tos dengan Kemenkeu, Garuda Indonesia Pakai Dana Talangan Rp8,5 T

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya