Comscore Tracker

Tahun Depan Ingin Beli Rumah? Begini Rahasia dan Tipsnya

Tetap semangat ya

Jakarta, IDN Times - Perencana Keuangan Finansialku.com Shierly mengungkapkan bahwa berdasarkan riset yang dilakukan oleh Savills Indonesia, pada tahun 2021 industri properti tanah air diperkirakan akan kembali membaik. Walaupun sebelumnya, terutama di masa pandemik sempat merosot tajam. Bisnis tersebut diprediksi ke depannya akan meningkat sebesar 15-25 persen.

"Nah momentum di tahun 2021 ini kamu dapat manfaatkan untuk membeli rumah pertama. Apalagi jika kamu sudah lama mempersiapkan dana untuk bisa membeli rumah pertama," kata Shierly pada Kamis (17/11/2020).

Nah bagi kamu yang memiliki rencana untuk membeli rumah pertama, bisa simak tips di bawah ini dari Finansialku. Kamu bisa belajar mengelola gaji dan keuangan kamu dengan lebih baik.

1. Tentukan tipe rumah yang akan kamu beli

Tahun Depan Ingin Beli Rumah? Begini Rahasia dan TipsnyaIlustrasi perumahan. (Dok. Kementerian PUPR)

Rumah merupakan aset yang tidak likuid seperti saham ataupun reksadana. Apalagi jika rumah tersebut ingin kamu tempati, maka banyak aspek yang perlu kamu pertimbangkan. Mulai dari lokasi, luas lahan, luas bangunan, fasilitas, faktor lingkungan, keamanan, kenyamanan dan lain-lain.

"Dahulukan kebutuhan, daripada keinginan ya," ujar Shierly.

2. Pelajari dengan benar skema pembelian rumah

Tahun Depan Ingin Beli Rumah? Begini Rahasia dan TipsnyaIlustrasi Utang (IDN Times/Mardya Shakti)

Kriteria rumah juga perlu disesuaikan dengan kondisi keuangan kamu agar tidak
memberatkan. Tak pelak, penting sekali untuk melakukan financial check-up atas kondisi keuangan secara berkala. Kamu bisa menggunakan fitur Financial check-up dalam Aplikasi Finansialku.

Skema pembayaran untuk rumah pertama sendiri, menurutnya, dibagi menjadi tiga opsi yaitu pembelian secara tunai, cicilan/tunai bertahap pada developer, dan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).

Pembelian secara tunai artinya kamu membayar secara lunas rumah pada pihak developer penjual rumah. Sedangkan cicilan atau tunai bertahap pada developer biasanya berlaku untuk rumah yang sedang dalam pembangunan selama 1-3 tahun tergantung pada kebijakan developer.

Kemudian KPR merupakan skema pinjaman dari bank untuk membeli rumah dengan tenor hingga mencapai 30 tahun dan kamu membayar pinjaman tersebut dengan
mencicilnya setiap bulan.

3. Jangan cuma terpaku pada promo bunga rendah

Tahun Depan Ingin Beli Rumah? Begini Rahasia dan TipsnyaIlustrasi Perumahan (IDN Times/Arief Rahmat)

Shierly mengatakan apabila di akhir tahun 2020 ini kamu baru mau mulai mempersiapkan dana untuk membeli rumah, maka pembelian secara tunai dan cicilan/tunai bertahap pada developer akan sulit dilakukan.

"Namun kamu bisa mulai mempersiapkan dana untuk mengumpulkan DP rumah untuk KPR sejak dini," kata Shierly.

Dia menambahkan, apabila kamu sudah mempersiapkan dana membeli rumah sejak lama, maka kamu bisa pilih opsi manapun dari ketiga opsi tersebut.

Andai tertarik melakukan pembelian rumah  dengan sistem KPR, maka lakukan riset pada beberapa bank. Bandingkan skema angsuran, bunga dan biaya, kebijakan, syarat dan ketentuan kredit.

"Jangan cuma terpaku pada promo bunga rendah, namun perhatikan skema angsuran saat perhitungan bunga memasuki masa suku bunga floating," katanya.

4. Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan

Tahun Depan Ingin Beli Rumah? Begini Rahasia dan TipsnyaIlustrasi uang, rupiah, uang saku (IDN Times / Shemi)

Berikut ini langkah-langkah menyiapkan dana untuk DP rumah baru kamu:

  • Ketahui besaran uang muka yang disyaratkan: Tipe rumah subsidi, jumlah DP yang disyaratkan mulai dari 10 persen. Namun untuk tipe rumah non-subsidi akan tergantung dari kebijakan setiap bank. Karena itu, penting sekali sebelumnya untuk melakukan riset pada bank KPR pilihan kamu
  • Hitung besaran kekurangan dana kamu untuk DP rumah: Cek kondisi keuangan kamu, berapa jumlah dana yang tersedia untuk DP. Jika ada kekurangan, maka hitung berapa jumlah sisa kekurangan dana yang kamu perlu tabung
  • Tentukan jangka waktu untuk menabung dan hitung alokasi tabungan per bulan yang
    diperlukan untuk mencapainya

"Jika bisa, mulai sisihkan penghasilan bulanan kamu dan menabung sesuai dengan
perhitungan. Namun jika kamu tidak bisa melakukannya, mulai menabung
dari jumlah yang kamu mampu lakukan secara konsisten," kata Shierly menjelaskan.

Baca Juga: Perhatikan 5 Hal Ini saat Membeli Rumah di Masa Pandemik Virus Corona 

5. Mulai belajar menyisihkan minimal 30 persen dari gaji bulanan

Tahun Depan Ingin Beli Rumah? Begini Rahasia dan TipsnyaIlustrasi menabung (IDN Times/Arief Rahmat)

Sebagai catatan, menurut survei yang dilakukan situs properti Rumah 123 atas 4.200 responden, sebanyak 49 persen pembeli rumah pertama butuh waktu 1-3 tahun menabung untuk DP rumah, dan sebanyak 17,7 persen perlu jangka waktu 3-5 tahun, kemudian 17,14 persen butuh jangka waktu lebih dari 5 tahun.

Shierly menyarankan, kamu perlu mulai menyisihkan minimal 30 persen dari gaji bulanan. Hal ini bertujuan agar ketika kamu memasuki masa KPR, gaya hidup kamu tidak perlu menyesuaikan terlalu jauh karena besaran cicilan KPR yang disyaratkan bank umumnya 30 persen dari penghasilan bulanan.

"Semakin besar alokasi gaji yang Anda sisihkan per bulannya tentu akan semakin baik. Untuk mempermudah saat mengumpulkan DP, kamu bisa buat rekening tabungan/investasi yang terpisah dan gunakan fitur auto-debit," katanya.

6. Kamu bisa menambah penghasilan melalui pekerjaan sampingan

Tahun Depan Ingin Beli Rumah? Begini Rahasia dan TipsnyaIlustrasi (IDN Times/Arief Rahmat)

Bagi kamu yang berpenghasilan UMR sampai Rp8 juta, jangan khawatir tak bisa membeli rumah. Shierly mengatakan kamu bisa memilih tipe rumah subsidi.

"Namun kamu perlu terus menerus meningkatkan jumlah penghasilan. Jika kamu akan mengajukan KPR, maka faktor jumlah penghasilan utama kamu sangatlah
penting. Karena jumlah penghasilan akan menentukan analisis kredit bank atas kemampuan bayar kamu," beber dia.

Jumlah cicilan yang biasanya diberikan oleh Bank biasanya hanya 1/3 dari gaji. Akan sangat baik jika kamu bisa menambah penghasilan melalui pekerjaan sampingan atau usaha, penghasilan investasi, dan penghasilan pasif.

"Dengan penghasilan yang bertambah, kamu punya kemampuan untuk mencapai tujuan keuangan lainnya secara paralel," ujar Shierly.

Baca Juga: 4 Tips Jitu Cara Menabung Sebelum Membeli Rumah

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya