Comscore Tracker

Banyak Diskon Menggiurkan, Cek Dulu 5 Hal Ini Sebelum Beli Rumah

Tetap waspada ya apalagi saat pandemik

Jakarta, IDN Times - Saat ini banyak pengembang yang menawarkan properti, baik rumah atau apartemen dengan harga yang miring. Tidak hanya itu, di tengah kelesuan ekonomi ini mereka juga menawarkan memberikan keringanan kredit rumah. Begitu mendengar tawaran menggiurkan tersebut, tentu banyak yang mulai tertarik. 

Pertanyaannya, apakah tepat beli rumah saat masa pandemik COVID-19 seperti ini? Apakah sebaiknya menunggu sampai kondisi benar-benar lebih stabil? Nah sebelum kamu memutuskan untuk membeli rumah dan mengambil tawaran dari pengembang yang menjanjikan harga miring tersebut, ada 5 hal yang perlu kamu cek. Apa saja itu? Simak langsung penjelasannya di bawah ini ya!

1. Cek dulu suku bunga yang ditawarkan

Banyak Diskon Menggiurkan, Cek Dulu 5 Hal Ini Sebelum Beli Rumahilustrasi perumahan (Dok.Kementerian PUPR)

Pertama kamu haru cek dulu suku bunga KPR atau KPA yang ditawarkan. Menurut pengamat properti Aleviery Akbar, kamu harus membandingkan antara satu bank dengan yang lainnya.

"Bunga pinjaman dan promo juga kelebihan lainnya yang menguntungkan pembeli," kata Aleviery kepada IDN Times, Sabtu (11/7/2020).

Kamu juga harus cek promo yang ditawarkan. Lantaran banyak pengembang yang memberikan insentif kepada pelanggan mereka. "Seperti diskon, DP rendah, free service charge, free AC, furniture dan masih banyak promo lainnya," ujar Aleviery.

Baca Juga: Cari Insipirasi Buat Merintis Usaha? 5 Film ini Bisa Jadi Rekomendasi 

2. Cek fasilitas yang ditawarkan

Banyak Diskon Menggiurkan, Cek Dulu 5 Hal Ini Sebelum Beli RumahIlustrasi Apartemen (IDN Times/Sunariyah)

Pengamat Tata Kota, Yayat Supriatna kepada IDN Times mengatakan kamu perlu banget mempertimbangkan fasilitas kesehatan dan keamanan rumah atau apartemen yang ada. Apalagi COVID-19 belum selesai.

"Contoh kalau tinggal di rusun, apartemen cari dengan kondisi, kualitas pelayanan atau protokol kesehatan tinggi. Kalau beli rumah di perumahan cek yang ada satpam, pengawasan, ada standar baik dari pengembang yang buat penghuni dilindungi dari sisi kesehatan dan keamanan," katanya.

3. Kamu perlu membaca baik-baik aturan yang ada

Banyak Diskon Menggiurkan, Cek Dulu 5 Hal Ini Sebelum Beli Rumahilustrasi perumahan (Dok.Kementerian PUPR)

Yayat menyebut keringanan yang diberikan pengembang untuk membeli rumah perlu kamu perhatikan baik-baik. Pasalnya, keringanan kredit ini tidak diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kamu perlu membaca baik-baik aturan yang ada dan minta pengembang menjelaskan selengkapnya. "Kita harus hati-hati agar pola pelayanan yang diberikan khawatir terjadi kredit macet atau uangnya tidak kembali," ujar Yayat.

4. Membangun rumah sendiri bisa jadi pilihan

Banyak Diskon Menggiurkan, Cek Dulu 5 Hal Ini Sebelum Beli RumahIlustrasi Permukiman di Jakarta (IDN Times/Anata)

Membangun rumah sendiri bisa jadi pilihan karena lebih murah dan kamu bisa memilih bahan yang kamu ingikan. Yayat mengatakan, kalau kamu punya atau sudah mengumpulkan modal, lebih baik membangun rumah sendiri.

"Jadi sesuai modal yang dimilki. Kalau rumah gede, takut di PHK atau putus kerja," katanya.

Saran lain yang diberikan Yayat, kamu bisa bekerja sama dengan orang tua untuk sharing modal. "Dibantu modal untuk lewati batas ketentuan yang berlaku, untuk ambil cicilan," katanya menambahkan.

Baca Juga: Jangan Sampai Tertipu! Begini Cara Pilih Partner Bisnis yang Tepat

5. Lebih baik menahan dulu untuk membeli rumah

Banyak Diskon Menggiurkan, Cek Dulu 5 Hal Ini Sebelum Beli RumahIlustrasi perumahan. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

Buat kamu yang masih galau, apalagi di tengah pandemik ini, Yayat menyarankan kamu lebih baik menabung dan menahan dulu untuk membeli rumah. Ketidakpastian ekonomi menjadi alasannya meski mungkin kamu bisa mencicilnya.

"Kalau COVID-19 dan berdampak ekonomi kepanjangan jadi bisa rentan. Suatu saat kalau jadi korban PHK, bisa aja terjadi, kecuali punya tabungan," katanya.

Baca Juga: Survei: Millennials Khawatir Dampak COVID-19 untuk Sektor Keuangan

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya