Comscore Tracker

Mulai Juli Pengusaha Ritel Siapkan Pesta Diskon saat New Normal

Penjualan industri ritel anjlok akibat pandemik virus corona

Jakarta, IDN Times - Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan pihaknya menyiapkan sejumlah 'pesta diskon' di masa new normal atau normal baru ini. Langkah itu untuk menyiasati anjloknya penjualan industri ritel akibat pandemik virus corona. Pengusaha dipaksa terus memutar otak menyiapkan strategi agar usaha mereka bisa kembali normal. 

"Pasti yang berkaitan dengan upaya internal, kita pasti lakukan berbagai langkah seperti diskon, promosi, midnight sale, dengan segala yang sudah pernah dilakukan akan kita tingkatkan," kata Roy kepada IDN Times, pada Jumat (19/6).

Rencananya, pesta diskon ini akan digelar mulai bulan depan. "Lalu ada program dalam rangka 17 Agustus, ada Indonesia Great Sale," ujarnya lagi melanjutkan. 

1. Diskon untuk produk-produk gaya hidup

Mulai Juli Pengusaha Ritel Siapkan Pesta Diskon saat New NormalIlustrasi Mal Jakarta (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Aprindo akan menyiapkan sejumlah diskon untuk produk yang dicari konsumen seperti gaya hidup/lifestyle dengan bekerja sama dengan klien dan pabrikan untuk membuat harga semakin terjangkau.

"Akan ada kolaborasi aktif antara mal, retail modern dengan bank. Untuk bank yang berikan subsidi atau promosi supaya kita bisa berikan tambahan diskon untuk konsumen. Itu semua kita lakukan untuk peningkatan daya tarik," ujar Roy.

Baca Juga: Zara Bakal Tutup 1.200 Toko, Tekor Rp6,5 Triliun Gara-gara Corona

2. Pendapatan ritel turun Rp12 triliun

Mulai Juli Pengusaha Ritel Siapkan Pesta Diskon saat New NormalMenkop Teten Masduki dan Mendag Agus Suparmanto (IDN Times/Shemi)

Diberitakan sebelumnya, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyebut terjadi penurunan pada sektor ritel akibat pandemik COVID-19. Tidak tanggung-tanggung, selama dua bulan terakhir, pendapatan sektor ritel turun hingga Rp12 triliun.

"Penurunan cukup signifikan selama dua bulan terakhir sekitar Rp12 triliun. Pusat perbelanjaan yang tidak aktif di DKI ada 70. Sekitar Jabodetabek ada 326. Pendapatan tidak sama dengan sebelum COVID-19," kata Agus dalam webinar Ngobrol Seru IDN Times dengan tema 'New Normal, Bisnis Ritel Pasca Pandemik COVID-19', Kamis (18/6).

3. Produk ritel Indonesia sudah jeblok sejak awal tahun 2020

Mulai Juli Pengusaha Ritel Siapkan Pesta Diskon saat New NormalIlustrasi perekonomian Indonesia diserang virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Roy juga menyebut ritel pakaian di Indonesia sedang mengalami masa sulit sepanjang tahun 2020 ini. Tidak hanya karena terdampak virus corona, namun akibat banjir di awal tahun membuat nasib ritel pakaian semakin memburuk. 

"Ritel pakaian selama PSBB ketat, kita terdampak hampir 90 persen. Karena ritel sandang rata-rata tutup," kata Roy.

Ia memprediksi pertumbuhan ritel secara keseluruhan hanya bisa tumbuh 3-3,5 persen atau turun 50 persen dari tahun lalu sebesar 8-8,5 persen. Karena ritel terdiri dari pangan dan sandang, maka angka ini bisa lebih memprihatinkan.

"Ritel pangan tetap mendominasi dari pertumbuhan ritel, bisa 55 persen. Kalau pertumbuhan tahun ini 3 persen, ritel sandang hanya 1,5-1,6 persen," ucap Roy.

https://www.youtube.com/embed/oeIer0hQRo0

Baca Juga: Imbas COVID-19, BI Prediksi Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 0,9 Persen

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya