Comscore Tracker

Pemerintah Mulai Kaji Keringanan Pajak untuk Industri Media

Sebanyak 11 sektor usaha sudah masuk dalam pembahasan

Jakarta, IDN Times - Direktorat Jenderal Pajak saat ini masih melakukan pembahasan terkait perluasan bidang usaha yang akan mendapatkan relaksasi pajak sebagai insentif atas dampak COVID-19. Sebanyak 11 sektor usaha sudah masuk dalam pembahasan sedangkan dua sektor lainnya masih dalam tahap dikaji.

"Industri media dan penerbangan, kita terus finalisasi sampai mana. Kami tidak sendirian tapi juga dengan Kemenko Perekonomian. Sektor apa saja kita tentukan bersama. Jadi rilis berikutnya seperti apa kita tunggu termasuk industri media dan penerbangan seperti apa (keputusannya)," kata Dirjen Pajak Suryo Utomo dalam video conference, Rabu (22/4). 

1. Ada tiga bentuk keringanan pajak yang diberikan

Pemerintah Mulai Kaji Keringanan Pajak untuk Industri Media(IDN Times/Arief Rahmat)

Suryo menyebutkan setidaknya ada tiga bentuk keringanan pajak yang diberikan yakni Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 terkait gaji karyawan, PPh Pasal 22 mengenai impor yang dibebaskan selama enam bulan, serta PPh Pasal 25 dengan diskon 30 persen serta restitusi yang dipercepat dengan batasan hingga Rp5 miliar.

"Beberapa sektor telah kami diskusikan, Bu Menteri dan Pak Menko Ekonomi diskusikan. Ada sebelas sektor, khususnya yang akan diberikan insentif seperti halnya di paket stimulus kedua," katanya dalam video conference, Jumat (17/4). 

Kepada IDN Times usai konferensi pers, Sri Mulyani menambahkan bahwa ada satu lagi industri yang akan mendapatkan relaksasi pajak yakni industri media.

Baca Juga: Ada Pandemi COVID-19, Wajib Pajak Bakal Dapat 4 Insentif Ini

2. Daftar sektor-sektor yang akan diberikan relaksasi pajak

Pemerintah Mulai Kaji Keringanan Pajak untuk Industri MediaIDN Times / Arief Rahmat

Berikut ini daftar sektor usaha yang diberikan keringanan pajak. Hanya saja di dalamnya tidak tercantum sektor farmasi:

- Pangan, peternakan dan hortikultura

- Minyak dan gas bumi,

- Pertambangan, mineral, dan batubara

- Pariwisata dan ekonomi kreatif

- Telekomunikasi dan penyelenggara jasa internet,

- Perdagangan bebas dan eceran

- Sektor jasa konstruksi

- Sektor logistik

- Kehutanan

- Ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan

- Jasa transportasi darat dan udara, serta angkutan sungai dan penyeberangan

- Media (dalam kajian)

- Penerbangan (dalam kajian)

3. Relaksasi pajak sebagai stimulus dalam menghadapi dampak COVID-19

Pemerintah Mulai Kaji Keringanan Pajak untuk Industri MediaIDN Times / Auriga Agustina

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan kebijakan keringanan pajak sebagai salah satu bentuk stimulus dalam menghadapi dampak COVID-19. Awalnya, pemerintah menyatakan akan menanggung pajak penghasilan atau PPh 21 bagi karyawan sektor industri manufaktur.

"Paket-paket stimulus fiskal terdiri atas beberapa hal yang mengenai PPh Pasal 21 akan ditanggung pemerintah. Pak Menko Airlangga berharap dilakukan untuk jangka waktu enam bulan," kata Sri Mulyani.

Baca Juga: Pajak Gaji Karyawan di 12 Sektor Ini Bakal Ditanggung Pemerintah 

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya