Comscore Tracker

Akankah Sri Mulyani Kucurkan Subsidi Maskapai untuk Genjot Pariwisata?

Menhub Budi Karya akan menghadap Menteri Keuangan

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan, Sri Mulyani diminta agar mau mengalokasikan anggaran subsidi kepada maskapai penerbangan yang melayani 13 destinasi wisata di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

"Subsidi itu menjadi penting. Semua stakeholder setuju termasuk Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Karena itu, kami akan menghadap Menteri Keuangan untuk subsidi diberikan kepada 13 destinasi wisata," kata Budi Karya seperti dikutip ANTARA, Jumat (13/11/2020).

Akankah Sri Mulyani mau kucurkan subsidi maskapai untuk genjot pariwisata?

1. Dukungan pemerintah diharapkan dapat gairahkan sektor pariwisata

Akankah Sri Mulyani Kucurkan Subsidi Maskapai untuk Genjot Pariwisata?IDN Times/Nugroho Adi Purwoko

Budi Karya mengatakan pihaknya akan terus memberikan dukungan untuk sektor pariwisata tanpa mengesampingkan protokol kesehatan yang dijalankan. Dia berharap dukungan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dapat menggairahkan kembali sektor pariwisata.

"Perintah presiden kepada Kementerian Perhubungan jelas bahwa harus men-support kegiatan pariwisata. Karena itu, setelah melakukan persiapan prasarana kami memastikan protokol kesehatan di bandara-bandara dengan baik," ucap dia.

"Syukurlah bahwa pada liburan panjang, ada dua riset yang kami lakukan yakni pertama bahwa mereka yang terpapar relatif datar, tidak ada kenaikan," tambahnya.

Baca Juga: Bangkrut, Maskapai Asal Thailand Kini Beralih Jual Gorengan

2. Subsidi yang diberikan pemerintah akan mendorong pertumbuhan jumlah penumpang

Akankah Sri Mulyani Kucurkan Subsidi Maskapai untuk Genjot Pariwisata?Bandar Udara Internasional Sisingamangaraja XII (Bandara Silangit), Tapanuli Utara, Sumatra Utara (IDN Times/Lia Hutasoit)

Mantan Direktur Pelaksana PT Angkasa Pura II (Persero) ini mengungkapkan, subsidi yang diberikan pemerintah di bandara mendorong pertumbuhan jumlah penumpang. Hal ini tercermin dari jumlah penerbangan Soekarno Hatta sudah mencapai 60 persen dari sebelum pandemik.

Bahkan khusus untuk tiket ke Labuan Bajo pada liburan panjang lalu, sulit untuk di dapatkan. Padahal, Garuda Indonesia sudah terbang dengan pesawat yang lebih lebar.

"Karena itu, kami akan menghadap Menteri Keuangan untuk subsidi diberikan kepada 13 destinasi wisata, dengan adanya subsidi itu, maka harga tiket relatif bisa lebih rendah," imbuhnya.

3. Usulan subsidi termasuk untuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar

Akankah Sri Mulyani Kucurkan Subsidi Maskapai untuk Genjot Pariwisata?Ilustrasi Infrastruktur (Pesawat) (IDN Times/Arief Rahmat)

Menhub Budi menambahkan, pihaknya akan meminta maskapai untuk menggunakan pesawat berbadan lebar untuk terbang dari Jakarta ke 13 destinasi wisata.

Adapun 13 destinasi wisata tersebut tidak berbeda jauh dengan bandara yang diberikan subsidi oleh pemerintah, antara lain Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK), Bandara Internasional Hang Nadim, Batam (BTH), Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang (KNO), dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar (DPS).

Lalu, Bandara Internasional Kulon Progo, Yogyakarta (YIA), Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta (HLP), Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok, Praya (LOP) dan Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang (SRG).

Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, (MDC), Bandara Internasional Labuan Bajo (LBJ), Bandara Internasional Silangit, Tapanuli Utara (DTB), Bandara Internasional Blimbingsari, Banyuwangi (BWX), dan Bandara Internasional Adi Sucipto, Yogjakarta (JOG).

"Tujuannya agar ada suatu komulasi yakni harga tiket bisa lebih rendah dan kapasitas angkutan bisa kita tingkatkan," ujarnya. 

Baca Juga: Geliat Pariwisata Indonesia di Tengah Pandemik Virus Corona

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya