Comscore Tracker

Kamu Masuk Generasi Sandwich? Begini Cara Atur Keuangan yang Tepat

Kamu masih bisa bantu keluarga kok

Jakarta, IDN Times - Generasi sandwich harus bertanggung jawab pada dua generasi sekaligus, yakni generasi yang di atas dan di bawah. Kondisi ini memang cukup jadi dilema, belum lagi harus memenuhi keperluan diri sendiri.

Biasanya permasalahan mulai muncul ketika penghasilan para generasi sandwich ini sangat pas-pasan. Mimpi untuk menjadi sukses pun hanya tinggal keinginan saja.

CMO dan Co-Founder Lifepal, Benny Fajarai mengatakan definisi sukses memang perlu di kerucutkan lagi. Apakah itu hanya sebatas sudah memiliki rumah, kendaraan pribadi, atau keinginan lainnya?

"Contoh misalnya definisi sukses, mapan dan stabil (keuangannya), saya memiliki rumah cukup untuk keluarga, punya kendaraan misalnya mobil. Saya mau nikah sederhana, saya mau berangkatkan keluarga haji. Nah kayak gitu cukup spesifik, dari situ bisa hitung butuh duit berapa," ujarnya dalam Ngobrol Seru bareng IDN Times, Rabu (22/7/2020).

1. Harus mulai bisa berhemat

Kamu Masuk Generasi Sandwich? Begini Cara Atur Keuangan yang TepatIlustrasi Investasi (IDN Times/Mardya Shakti)

Bila sudah mengetahui tujuan yang diinginkan, para generasi sandwich perlu lebih berhemat. Strategi itu bisa diwujudkan dengan cara mengalokasikan penghasilan untuk ditabung maupun berinvestasi.

"Contoh goalnya adalah memberangkatkan untuk ibadah haji. Perlu antri 10-20 tahun. Kita sisihkan setiap bulan Rp300 ribu itu disiplin untuk haji, nanti ada lagi pos lain," ujarnya.

Baca Juga: 3 Cara Ini Ampuh Memutus Rantai Sandwich Generation, Kamu Wajib Tahu!

2. Harus punya persiapan dana darurat

Kamu Masuk Generasi Sandwich? Begini Cara Atur Keuangan yang TepatIlustrasi Uang (IDN Times/Arief Rahmat)

Bagian terpenting untuk mencapai tujuan yang diinginkan adalah menyiapkan dana darurat. Menurut Benny, hal paling dasar dalam perencanaan keuangan adalah dana darurat.

"Dana darurat. Duit yang cair, artinya tidak boleh dalam bentuk investasi yang tidak bisa dicairkan atau tidak stabil. Tidak boleh di saham, emas, atau benda investasi riil aset lainnya. Harus bentuk uang cair. Mentok pun dimasukkan deposito. Duit ini harus cukup membiayai kebutuhan pokok 3-6 bulan," imbuh dia.

Dana darurat ini, lanjut Benny, punya peran vital dalam menjaga kondisi finansial seseorang dalam kondisi darurat.

"Dana darurat dibutuhkan banget kalau istilahnya something bad happen, misalnya lagi oke-okenya 2019 akhir, semuanya positif. Eh tau-taunya ada corona. Bisnis harus tutup, 3 bulan PSBB. Nah itu adalah dana darurat yang perlu disiapkan sebelumnya. Itu dasar dulu sebelum nabung dan investasi lainnya," tambahnya.

3. Fenomena ini bukan sesuatu yang langka

Kamu Masuk Generasi Sandwich? Begini Cara Atur Keuangan yang TepatIDN Times/Alfisyahrin Zulfahri Akbar

Sebagai informasi, generasi sandwich merupakan generasi yang bertanggung jawab mengurusi generasi di atas dan di bawahnya, sekaligus memenuhi keperluannya sendiri. Generasi di atas generasi sandwich adalah orang tua dan mertua. Sedangkan generasi di bawah generasi sandwich adalah anak, adik, atau keponakan.

"Ini istilah yang baru populer belakangan ini juga, fenomenanya bukan sesuatu yang langka. Ini kan generasi yang saat ini memiliki beban mengurus anak, generasi berikutnya dan juga generasi sebelumnya yaitu orang tua. Beban ini biasanya dikaitkan dengan beban finansial ya. Karena usia yang jauh ini, anak belum produktif tapi orang tua juga sudah tidak produktif, jadi kita harus membiayai orang tua dan anak," ujar Benny.

Baca Juga: Mengenal Generasi Sandwich, Apakah Kamu Salah Satunya?

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya