Comscore Tracker

Bali United Klub Bola Go Public Pertama di Asean, Raup Rp350 Miliar

Bocah 12 tahun ikut beli saham di sini

Jakarta, IDN Times - PT Bali Bintang Sejahtera Tbk resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Senin (14/7) dengan kode BOLA. Bali United, perusahaan sepak bola pertama yang menjadi perusahaan terbuka di kawasan Asia Tenggara. 

Perusahaan yang memiliki dan mengelola klub sepak bola profesional Liga 1 Indonesia ini, menjadi perusahaan ke-14 yang tercatat di BEI tahun ini, dan menjadi perusahaan ke-632 yang mencatatkan saham di BEI.

"Kami mengucapkan selamat kepada Bali atas pencatatan sama di Bursa Efek Indonesia dengan kode efek BOLA," kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Inarno DjayadiDjayadi.

1. BOLA banjir peminat

Bali United Klub Bola Go Public Pertama di Asean, Raup Rp350 MiliarIDN Times/Auriga Agustina

Bali United mengalami oversubscribed atau kelebihan permintaan hingga 110 kali dari porsi penjatahan terpusat (polling) saham yang ditawarkan kepada masyarakat pada 10-12 Juni lalu. Hal itu disebabkan besarnya minat para suporter untuk membeli saham klub tersebut.

"Ada seorang anak wanita berumur 12 tahun yang memecahkan celengan kakaknya pada 10 hingga 12 lalu untuk membeli saham Bali. Ini menjadi kehormatan bagi kami," kata CEO Bali United, Yabes Tanuri, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (17/6).

2. BOLA meraup dana segar Rp350 miliar

Bali United Klub Bola Go Public Pertama di Asean, Raup Rp350 MiliarIDN Times/Auriga Agustina

Emiten yang masuk ke dalam sektor trade, service and investment ini, melepas 2 miliar saham dengan harga penawaran Rp175 per saham. Artinya, perusahaan meraup dana segar sebesar Rp350 miliar melalui aksi korporasi ini.

Dana yang didapatkan tersebut akan digunakan untuk investasi, memperkuat struktur permodalan di entitas anak, dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja.

3. PT Kresna dan Buana Capital menjadi penjamin emisi efek

Bali United Klub Bola Go Public Pertama di Asean, Raup Rp350 Miliar

Selanjutnya underwriter atau penjamin pelaksana efek BOLA adalah PT Kresna Sekuritas dan PT Buana Capital Sekuritas. Direktur Utama Kresna Sekuritas Octavianus Budiyanto mengatakan, komposisi investor ritel sebanyak 41 persen dan investor institusi sebanyak 59 persen.

"IPO ini sangat menarik, karena industri di sektor sepakbola merupakan mainan baru yang seksi," tuturnya.

4. Harga BOLA naik 69,14 pada pencatatan perdana

Bali United Klub Bola Go Public Pertama di Asean, Raup Rp350 MiliarIDN Times/Auriga Agustina

Sebagai informasi, pada pencatatan perdana saham harga BOLA naik 69,14 persen atau 121 poin ke level Rp296 per saham dan ditransaksikan sebanyak 20 kali dengan volume sebanyak 1.295 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp38,33 juta.

Listing perdana ini dihadiri oleh Komisaris Bali United Pieter Tanuri, CEO Bali United Yabes Tanuri, dan para pemain seperti Irfan Bachdim, Sutanto Tan, Paulu Sergio, Spasojevic, dan Yabes Roni.

Hadir pula Direktur Utama Kresna Sekuritas Octavianus Budiyanto, dan Direktur Investment Banking PT Buana Capital Sekuritas Ratna Karim sebagai pihak perusahaan penjamin.

Baca Juga: Sah! Bali United Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia

Topic:

  • Irma Yudistirani

Just For You