Comscore Tracker

Pemerintah Pusat Akan Kenakan Tarif Cukai untuk Kantong Kresek

Semoga masyarakat tidak kaget sama aturan ini ya

Jakarta, IDN Times - Saat ini pemerintah pusat mengenakan cukai ke kantong plastik. Kementerian Keuangan menegaskan penerapan cukai ini hanya berlaku untuk kantong belanja, atau plastik kresek.

"Target kami adalah kantong plastik belanja, bukan kantong gula, atau kantong daging. Sebagian masyarakat selama ini masih salah paham, mereka masih menganggap semua jenis plastik," kata Kasubdit Potensi Cukai dan Kepatuhan Pengusaha Direktoral Jenderal Kementerian Keuangan, M Surtatib, di Jakarta, Jumat (12/7) lalu.

Kenapa hal ini harus diterapkan? Berikut ini penjelasannya.

1. Mayoritas jenis sampah di Indonesia berasal dari plastik

Pemerintah Pusat Akan Kenakan Tarif Cukai untuk Kantong KresekANTARA FOTO/M Ibnu Chazar

Ia menjelaskan, alasan pemerintah memilih kantong plastik kresek yang akan terkena cukai. Pasalnya, berdasarkan kajian yang telah dilakukan, sebagian besar sampah di Indonesia merupakan sampah plastik jenis kresek.

"Kalau botol, orang gampang memulungnya, sedangkan dalam berbagai survei, kantong plastik yang akan dipungut oleh pemulung paling banyak lima persen" katanya pada Jumat (12/7).

2. Kantong plastik tidak ramah lingkungan maka diberlakukan tarif cukainya paling besar

Pemerintah Pusat Akan Kenakan Tarif Cukai untuk Kantong Kreseknbcnewyork.com

Ia mengatakan kantong plastik yang akan dikenakan cukai adalah berjenis petroleum base atau tidak ramah lingkungan. Untuk besaran tarif yang akan dikenakan, saat ini belum ditentukan oleh pemerintah.

Yang jelas, semakin kantong plastik tidak ramah lingkungan, maka akan semakin besar tarifnya. Akan tetapi, apabila sampah semakin mudah upterurai dan ramah lingkungan, maka penerapan tarif cukai akan lebih rendah, bahkan bisa mencapai 0 persen.

3. Pendapatan dari cukai plastik ditargetkan Rp500 miliar untuk sumbangsih APBN 2019

Pemerintah Pusat Akan Kenakan Tarif Cukai untuk Kantong KresekANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

Sebelumnya Kementerian Keuangan, telah memasukkan cukai plastik untuk penerimaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019. Pendapatan dari cukai plastik dipatok Rp500 miliar terhadap sumbangsih APBN 2019. Pengajuan cukai kantong plastik, sudah berada dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK), hanya tinggal mengunggu keputusan dari Komisi XI DPR-RI.

4. Aprindo mendukung pemerintah terapkan cukai plastik

Pemerintah Pusat Akan Kenakan Tarif Cukai untuk Kantong KresekIDN Times / Auriga Agustina

Sementara itu Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), mendukung penuh rencana Pemerintah untuk menerapkan cukai plastik. Sebab kebijakan ini sejalan dengan tujuan Aprindo yang ingin mengurangi kantong plastik demi menjaga lingkungan.

Bahkan menurutnya, perusahaan ritel milik Aprindo telah mengganti kantong plastik dengan tas belanja yang bisa dipakai berulang kali.

"Bawa tas belanja sendiri atau belilah tas belanja yang bisa dipakai berulang-ulang, semua anggota peritel kita sudah menyediakan di dekat kasir atau area penjualan anggota Aprindo," kata Ketua Umum Aprindo, Roy Nicholas Mandey.

Baca Juga: Jaga Lingkungan Bali, Gubernur Koster Siapkan 3 Pergub Lagi

Topic:

  • Irma Yudistirani

Just For You