Comscore Tracker

Gampang Lho! Ini Cara Menghitung Pajak Progresif Kendaraan

Punya lebih dari satu kendaraan akan lebih mahal 

Jakarta, IDN Times - Apakah kamu sudah tahu bahwa apabila memiliki lebih dari satu mobil atau sepeda motor, maka kamu akan dikenakan pajak progresif?

Nah tarif pemungutan pajak berdasarkan presentase jumlah atau kuantitas objek pajak atau juga bisa berdasarkan harga dan nilai dari objek pajak tersebut disebut dengan istilah pajak progresif. Hal itu diterapkan pada kendaraan bermotor yang memiliki kesamaan nama pemilik dengan alamat tinggal pemilik.

Besaran pajak progresif tersebut akan mengikuti bertambahnya jumlah kendaraan. Agar tidak salah, simak dulu yuk di bawah ini cara menghitung pajak progresif kendaraan. 

1. Dibebankan tarif paling rendah 2 persen

Gampang Lho! Ini Cara Menghitung Pajak Progresif Kendaraancoxcarsinc.com

Pajak progresif ini punya dasar hukum lho, yakni Pasal 6 Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009. Pasal tersebut berbunyi:

"Kepemilikan kendaraan bermotor pertama dikenakan biaya paling sedikit 1 persen, sedangkan paling besar 2 persen. Kepemilikan kendaraan bermotor kedua, ketiga, dan seterusnya dibebankan tarif paling rendah 2 persen dan paling tinggi 10 persen."

Walaupun presentase tarif ini sudah ditetapkan, setiap daerah punya kewenangan sendiri menetapkan besarannya. Ada syaratnya, yaitu jumlah tarif tersebut tidak melebihi rentang yang dicantumkan dalam pasal 6 Undang-Undang Nomor 28 tahun 2009.

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Diskon Pajak Mobil 2.500 cc Berlaku April

2. Berdasarkan NJKB dan efek negatif atas pemakaian kendaraan

Gampang Lho! Ini Cara Menghitung Pajak Progresif Kendaraanscoopempire.com

Jadi, perhitungan pajak kendaraan harus berdasarkan dua unsur ini, yaitu Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) dan efek negatif atas pemakaian kendaraan. NJKB bukan harga umum melainkan harga atau nilai kendaraan yang sudah ditetapkan oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) berdasarkan data yang diperoleh dari Agen Pemegang Merek (APM).

Kemudian, efek negatif atas pemakaian kendaraan ini bertujuan untuk merefleksikan tingkat kerusakan jalan. Ini biasanya dinyatakan dalam koefisien yang nilainya satu atau lebih.

3. Mulailah dengan mencari NJKB kendaraan

Gampang Lho! Ini Cara Menghitung Pajak Progresif KendaraanFoto hanya ilustrasi. (carlocksmitharlingtonva.com)

Untuk menghitung pajak progresif, kamu bisa memulainya dengan mencari NJKB kendaraan. NJKB ini bisa diperoleh dari rumus (PKB/2) x 100. Nilai Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) bisa kamu temukan di lembar STNK bagian belakang.

Jika sudah mengetahui nominal NKJB, maka kalikan saja dengan presentase pajak progresifnya. Pastikan presentase sesuai dengan urutan kendaraan. Kemudian tentukan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) agar kamu mendapatkan pajak progresif kendaraan. 

Baca Juga: Cara Bayar Pajak Mobil Online Melalui Aplikasi e-Samsat 

Topic:

  • Ni Ketut Sudiani

Berita Terkini Lainnya